Happy Cat Kaoani /* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-9/ani878.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-9/ani878.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Selasa, 14 Maret 2017

SEMESTER 2 - MATA KULIAH BIMBINGAN KONSELING

NAH DISINI AKU MAU SHARE APA YANG AKU BUAT DI SEMESTER 2 TENTANG BIMBINGAN KONSELING, CHECK THIS OUT....
AKU MEMBUAT BAHAN UNTUK PRESENTASI TENTANG JUDUL DI BAWAH INI

LANGKAH-LANGKAH  OPERASIONAL DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR DAN REMEDIAL

YANG ISI PERMASALAHANNYA SEPERTI INI :

A.    Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud diagnosis kesulitan belajar?
2.      Apakah yang dimaksud dengan remedial?
3.      Bagaimana langkah-langkah dalam mendiagnosis kesulitan belajar?
4.      Bagaimana pelaksanaan remedial dalam pembelajaran?
5.      Apakah kaitan antara diagnosis kesulitan belajar dengan remedial?

NAH KITA BAHAS YA....

Kata remedial berasal dari bahasa Inggris yang artinya menyembuhkan, membetulkan. Ini berarti bahwa pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang bersifat menyembuhkan sehingga menjadi baik atau sembuh dari masalah pembelajaran yang dirasa sulit. Menurut Natawija dalam bukunya Pengajaran Remedial, mengemukakan bahwa dilihat dari arti katanya remedial berarti bersifat menyembuhkan/ membetulkan atau membuat menjadi baik.
Menurut Nafsiah Ibrahim dan Partino dalam bukunya Pengantar Diagnostik Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial, pembelajaran remedial perlu diadakan bila telah diketahui terlebih dahulu apa dan bagaimana kesulitan belajar yang dialami peserta didik, pengajaran remedial merupakan bentuk khusus pengajaran yang meliputi cara mengajar, cara belajar, materi pelajaran, metode mengajar, cara belajar, materi pelajaran, fasilitas dan lingkungan yang ikut mempengaruhi proses belajar tersebut.
Syamsudin dalam Ishak dan Warji menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kegiatan perbaikan adalah segala usaha yang dilakukan untuk memahami dan menetapkan jenis, sifat kesulitan belajar, faktor-faktor penyebanya serta cara mendapatkan kemungkinan mengatasinya, baik secara kuratif (penyembuhan) maupun secara preventif (pencegahan) berdasarkan data informasi yang seobjektif mungkin.
Dengan demikian pembelajaran remedial adalah sebuah bentuk pembelajaran yang sifatnya memperbaiki kekeliruan-kekeliruan siswa dalam belajar atau untuk lebih memberikan pemahaman yang lebih bagi siswa yang mengalami kelambanan dalam belajar, ini berarti bahwa pengajaran remedial merupakan lanjutan dari kegiatan-kegiatan diagnostik kesulitan belajar.
Dalam menangani dan memecahkan kasus kesulitan belajar secara operasional, M. Entang dalam bukunya Diagnosa Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial, ada 6 (enam) langkah yang harus dilakukan :
  1. Identifikasi murid yang diduga mengalami kesulitan belajar.
  2. Lokalisasi jenis dan sifat kesulitan yang dihadapi.
  3. Lokalisasi jenis factor, sifat kesulitan, dan serta factor yang menyebabkanya.
  4. Perkiraan kemungkinan bantuan.
  5. Kemungkinan cara-cara mengatasinya.
  6. Follow Up atau tindak lanjut.
Pada pembelajaran remedial kegiatan perbaikan bertujuan memberikan bantuan baik yang berupa perlakuan pengajaran maupun yang berupa bimbingan dalam mengatasi kesulitan belajar yang dihadapi siswa yang mungkin disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Secara operasional kegiatan perbaikan yang dilaksanakan guru terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar bertujuan untuk memberikan bantuan yang berupa perlakuan pengajaran kepada siswa yang lamban, sulit, gagal belajar, agar mereka secara tuntas dapat menguasai bahan pelajaran yang diberikan.
      Fungsi pembelajaran remedial dalam proses belajar mengajar di sekolah adalah sebagai penunjang terlaksananya kegiatan belajar siswa ke arah yang lebih baik. Untuk itu sangat perlu siswa diberikan bantuan serta bimbingan dalam mengatasi kesulitan belajarnya. Dengan jalan ini kita menggunakan suatu bentuk pengajaran mengatasi kekeliruan-kekeliruan yang menjadi penyebab kesulitan belajar sehingga ia dapat memahami kembali konsep-konsep pelajaran yang pernah didapatkannya.

NAH ITU ADALAH PEMBAHASANNYA, DANTERNYATA REMEDIAL ITU ADA TAHAPAN UNIK UNTUK MEMBERIKAN KEBERHASILAN BAGI PESERTA DIDIK. SEPERTI DIBAWHA INI :

Berikut tahapan-tahapan yang baik untuk memberikan keberhasilan pada peserta didik :

I.          TAHAP PERENCANAAN

Keberhasilan suatu kegiatan terpancar dari bagaimana kegiatan tersebut direncanakan. Langkah-langkah yang dijalankan selama tahap perencanaan antara lain:
A.         Membaca dan memahami tugas observasi yang telah diterima melalui email.
B.         Merencanakan sekolah yang akan dijadikan pilihan sebagai tempat pelaksanaan observasi.
C.         Meminta surat ijin observasi ke kantor administrasi FPMIPA UPI.
D.         Meminta ijin kepada pihak sekolah yang dijadikan tempat observasi dengan menyerahkan surat ijin dari fakultas.
E.          Menentukan kelas yang akan dipilih sebagai populasi.
F.          Menentukan siswa yang dipilih sebagai responden dan melakukan koordinasi dengan guru Mata Pelajaran Matematika terkait.


II.       TAHAP PERSIAPAN

Sebelum kegiatan dilaksanakan, ada berbagai persiapan yang dilakukan agar pelaksanaan observasi berjalan lancar, di antaranya:
A.         Membaca buku sumber mengenai diagnosik kesulitan belajar dan remedial teaching.
B.         Berkoordinasi dengan guru mata pelajaran terkait mengenai materi yang telah diujikan dan perlu emndapat remedial teaching.
C.         Berkenalan dengan siswa yang telah dipilih sebagai responden.
D.         Merumuskan teknis pengumpulan data kesulitan belajar siswa dengan cara:
1.      Meminta laporan hasil belajar siswa kepada guru mata pelajaran terkait.
2.      Memberikan angket kepada siswa.
3.      Melaksanakan wawancara.
E.          Merancang angket yang akan diberikan kepada siswa. (terlampir)
F.          Merancang pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada siswa saat wawancara. (terlampir)
G.         Merumuskan teknis pelaksanaan remedial teaching antara lain:
Menguasai materi yang ditujukan, membatasi materi yang dianggap sulit, menyiapkan strategi belajar, menyiapkan soal-soal, menyiapkan semangat agar responden ikut termotivasi.

III.    TAHAP DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR

Menurut Thorndike dan Hagen (1955: 530-532), diagnosis dapat diartikan sebagai:
1)         Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit apa yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan studi yang saksama mengenai gejala-gejalanya;
2)          studi yang saksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial;
3)          keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang saksama atas gejala-gejala atau fakta tentang suatu hal.
Di dalam konsep diagnosis tersebut, secara implisit telah tersimpul konsep prognosisnya. Dengan demikian, di dalam pekerjaan diagnostik bukan hanya sekadar mengidentifikasi jenis dan karakteristiknya, serta latar belakang dari suatu kelemahan atau penyakit tertentu, melainkan juga mengimplikasikan suatu upaya untuk meramalkan kemungkinan dan menyarankan tindakan pemecahannya.
Seorang siswa dianggap mengalami kesulitan belajar kalau yang bersangkutan tidak berhasil mencapai taraf kualifikasi hasil belajar tertentu (berdasarkan ukuran kriteria keberhasilan seperti yang dinyatakan dalam TIK atau ukuran tingkat kapasitas atau kemampuan dalam program pelajaran time allowed dan atau tingkat perkembangannya).
Diagnostik kesulitan belajar adalah suatu proses upaya untuk memahami jenis dan karakteristik serta latar belakang kesulitan-kesulitan belajar dengan menghimpun dan mempergunakan berbagai data/informasi selengkap dan seobjektif mungkin sehingga memungkinkan untuk mengambil kesimpulan dan keputusan serta mencari alternative kemungkinan pemecahannya.
Burton (1952: 640-652) menggariskan tahapan-tahapan diagnosis berdasarkan kepada teknik dan instrument yang digunakan dalam pelaksanaannya sebagai berikut.

1.      General Diagnosis
pada tahap ini lazim dipergunakan tes baku, seperti yang dipergunakan untuk evaluasi dan pengukuran psikologis dan hasil belajar. Sasarannya untuk menemukan siapakah siswa yang diduga mengalami kelemahan tertentu.
2.      Analystic Diagnostik
Pada tahap ini yang lazimnya digunakan ialah tes diagnostik. Sasarannya untuk mengetahui dimana letak kelemahan tersebut.
3.      Psychological Diagnosis
Pada tahap ini teknik pendekatan dan instrument yang digunakan antara lain:
a.       Observasi;
b.      Analisis karya tulis;
c.       Analisis proses dan respon lisan;
d.      Analisis berbagai catatan objektif;
e.       Wawancara;  
f.       Pendekatan laboratories dan klinis;
g.      Studi kasus.

Perbedaan pokok dengan prosedur dan teknik bimbingan belajar yang bersifat umum ialah bahwa hasil akhir layanan bimbingan itu berupa perubahan pada diri siswa setelah menjalani tindakan penyembuhan. Sedangkan hasil akhir dari layanan diagnostik kesulitan belajar baru sampai pada rekomendasi tentang kemungkinan alternative tindakan penyembuhan.
Langkah-langkah operasional diagnostik kesulitan belajar:
1.      Menandai siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar.
2.      Melokalisasikan letak kesulitan (permasalahan).
a.       Mendeteksi kesulitan belajar pada bidang studi tertentu.
b.      Mendeteksi pada kawasan tujuan belajar dan bagian ruang lingkup bahan pelajaran manakah kesulitan terjadi
c.       Analisis terhadap catatan mengenai proses belajar.

3.      Mengidentifikasi faktor penyebab kesulitan belajar.
a.       Stimulus Variables
1)      Learning Experience Variables: Method Variables, Task Variables
2)      Environmental Variables
b.      Organismic Variables
1)      Characteristic of the learners
2)      Mediating processes
c.       Response Variables
Burton membagi faktor-faktor penyebab kesulitan  belajar ke dalam dua ketegori, yaitu yang berasal dari dalam diri siswa dan dari luar diri siswa.
1.      Faktor-faktor yang terdapat dalam diri siswa, antara lain:
a.       Kelemahan secara fisik, seperti:
1)      Suatu pusat susunan syaraf tidak berkembang secara sempurna.
2)      Panca indera berkembang kurang sempurna.
3)      Ketidakseimbangan perkembangan dan reproduksi serta berfungsinya kelenjar-kelenjar tubuh.
4)      Cacat tubuh atau perkembangan yang kurang sempurna.
5)      Penyakit menahun.
b.      Kelemahan secara mental, antara lain:
1)      Taraf kecerdasan kurang.
2)      Kurang minat, kebimbangan, kurang usaha, aktivitas yang tidak terarah, kurang semangat, kurang menguasai keterampilan, dan kebisaaan fundamental dalam belajar.
c.       Kelemahan emosional, antara lain:
1)      Rasa tidak aman.
2)      Penyesuaian yang salah.
3)      Phobia.
4)      Ketidakmatangan.

d.      Kelemahan yang disebabkan kebisaaan-kebisaaan dan sikap-sikap yang salah, antara lain:
1)      Tidak menentu dan kurang minat terhadap pekerjaan-pekerjaan sekolah.
2)      Banyak melakukan aktivitas yang bertentangan dan tidak menunjang pelaaran sekolah, menolak, atau malas belajar.
3)      Kurang berani dan gagal untuk berusaha memusatkan perhatian.
4)      Kurang kooperatif dan menghindari tanggung jawab.
5)      Tak bernafsu untuk belajar.
6)      Sering tidak mengikuti pelajaran.
7)      Nervous.
e.       Tidak memiliki keterampilan-keterampilan dan pengetahuan dasar yang diperlukan, seperti:
1)      Ketidakmampuan membaca, menghitung, kurang menguasai pengetahuan dasar untuk suatu bidang studi yang sedang didikuti, kurang menguasai bahasa.
2)      Memiliki kebisaaan belajar dan cara bekerja yang salah.
2.      Faktor-faktor yang terletak di luar diri siswa, antara lain:
a.       Kurikulum yang seragam, bahan dan buku yang tidak sesuai dengan tingkat kematangan dan perbedaan-perbedaan individu.
b.      Ketidaksesuaian standar administrative, penialaian, pengelolaan kegiatan, pengalaman belajar-mengajar, dan sebagainya.
c.       Terlalu berat beban belajar siswa dan atau emngajar guru.
d.      Terlalu besar populasi siswa dalam kelas.
e.       Terlalu sering pindah sekolah atau program, tinggal kelas, dan sebagainya.
f.       Kelemahan dari system belajar-mengajar pada tingkat pendidikan sebelumnya.
g.      Kelemahan yang terdapat dalam kondisi rumah tangga.
h.      Terlalu banyak kegiatan di luar jam pelajaran sekolah atau terlalu banyak terlibat dalam kegiatan ekstrakulikuler.
i.        Kekurangan gizi.


Setelah melaksanakan diagnostik kesulitan belajar, hendaknya: (1) menarik suatu kesimpulan umum meskipun hanya secara tentative, (2) membuat perkiraan apakah masalah itu mungkin untuk diatasi, selanjutnya (3) memberikan saran tentang kemungkinan cara mengatasinya.
(Prof. Dr. H. Abin Syamsuddin Makmun, 2007)

IV.    TAHAP REMEDIAL TEACHING

Pengajaran remedial dapat didefinisikan sebagai upaya guru (dengan atau tanpa bantuan/kerja sama dengan ahli/pihak lain) untuk menciptakan suatu situasi (kembali/baru/berbeda dari yang bisaa) yang memungkinkan individu atau kelompok siswa (dengan karakteristik) tertentu lebih mampu mengembangkan dirinya (meningkatkan prestasi, penyesuaian kembali) seoptimal mungkin sehingga dapat memenuhi kriteria keberhasilan minimal yang diharapkan, dengan melalui suatu proses interaksi yang terrencana, terorganisasi, terarah, terkoordinasi, dan terkontrol dengan lebih memerhatikan taraf kesesuaiannya terhadap keragaman kondisi objektif individu dan atau kelompok siswa yang bersangkutan serta daya dukung sarana dan lingkungannya.
Prosedur pelaksanaan pengajaran remedial diantaranya:
1.      Penelaahan kembali kasus dengan permasalahannya.
Sasaran pokok:
a.       Memperoleh gambaran yang lebih definitive mengenai karakteristik kasus berikut permasalahannya.
b.      Memperoleh gambaran yang lebih definitive mengenai fasibilitas alternative tindakan remedial yang direkomendasikan.
2.      Menentukan alternative pilihan tindakan.
3.      Layanan bimbingan dan konseling/ psikoterapi. (Jika diperlukan)
4.      Melaksanakan pengajaran remedial.
5.      Mengadakan pengukuran prestasi belajar kembali.
6.      Mengadakan re-evaluasi dan re-diagnostik.
7.      Remedial pengayaan dan atau pengukuran (tambahan).
(Prof. Dr. H. Abin Syamsuddin Makmun, 2007)

INILAH DAFTAR PUSTAKA YANG MENJADI RUJUKAN
Wojowasito Purwadarminta, Kamus Lengkap Inggris Idonesia, Bandung: Hasta,1982).
Natawijaya, Pengajaran Remedial, (Jakarta :Depdikbud 1983).
Nafsiah Ibrahim dan Partino, Pengantar Diagnostik Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial, Jayapura: FKIP Universitas Cenderawas, 1983).
M. Entang, Diagnosa Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial (Jakarta : Remaja Rosdakarya, 1981).


SEMOGA MEMBANTU KALIAN YA, SEMANGAT....

Mata Kuliah Semester 2


                                                     INILAH NILAIKU DI SEMESTER 2
                                  JURUSAN PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN
                                                                ANGKATAN 2013

Semester : 2 - Genap 2013/2014
No.Mata KuliahNilaiMutuUlang

NamaSKS
1.
Pengantar Ekonomi Makro3C1x
2.
Pengantar Bisnis3A
1x
3.
Landasan Pendidikan2A
1x
4.
Bimbingan dan Konseling2A
1x
5.
Pendidikan Agama Islam2A
1x
6.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan2A
1x
7.
Bahasa Inggris3B
1x
8.
Mengetik3A
1x








IP3,55


PENGANTAR MAKRO
Nah kita masuk ke semester 2
Hey pasti kalian fikir karena nilai ku bagus dan aman disemeter 1 lalu aku bakal terus bagus gitu? Engga guys, aku manusia biasa ko hehehe, yang pernah dapat nilai C juga...
Yang sudah aku katakan sebelumnya di semester 1, aku tidak terlalu pandai dalam bidang ekonomi dan akuntansi 😓😢😱
Yap benar saja, disini aku anjlok guys 😭😭😭😭😭 sempet kecewa dengan hasil usaha ku saat itu, padahal kalau aku lebih giat ya mungkin nilainya di mata kuliah ini gak anjlok amat...
Dan ternyata 1 kelas variatif dan ada pula yang homogen wkwkkwkw
Nilai dikelas kami yang tertinggi hanya didapat dengan nilai B, yang banyaknya mendapatkan nilai C, dan ada pula juga yang mendapatkan D dan mungkin ada pula yang dapat E 😱😭
Dan disitu aku merasa ya udahlah ya...
LEGOWO bahasa kerennya wkkwkw...


PENGANTAR BISNIS
Welllllll, ini dia mata kuliah yang aku suka juga..
Karena basic dasarku adalah tukang bisnis alias tukang dagang alias wirausahawan, otomatis di mata kuliah ini aku paling semangat untuk bertanya, presentasi dan lain sebagainya...
Mata kuliah ini menjelaskan tentang berbagai pemikiran, pengertian, dan banyak hal lainnya tentang BISNIS..
Disini kita harus membuat pemikiran tentang caranya berjualan dan memasarkan produk kita...
Malah di akhir mata kuliah ini, ada yang namanya BAZAR, disitu kita harus berjualan dan mengajak para konsumen untuk beli dagangan kita hehhe...
Dan benar saja, jurusan MANPER 2013 lah yang memenangkan kejuaraan ini...

>>Nah tipsnya, kalau kamu ingin dapat nilai bagus dalam mata kuliah ini, ya ikuti alur mainnya, jika kamu gak bisa jualan atau buat produk, ya harus bisa-bisain. Mau itu jualan beneran atau bukan hehe....


LANDASAN PENDIDIKAN
Nah masuk ke mata kuliah selanjutnya nihhh....
Kalau berbicara tentang landasan pendidikan itu pasti berbau tentang pendidikan, ya iyalah masa berbau matematika ya?😴😏😅😆
Disini kita belajar tentang, yaaaaa landasan dari pendidikan deh intinya
Cari-cari deh tu di internet ada ko hehee...
Nah yang menjadi pusat dicerita ini adalah dosen pendampingnya cowo lagi S2 dan masih jomblo..
Lah gimana gak heboh tuh kelas? ya kan? hahahha...
Pokoknya anak-anak semnagat gegera itu dosen, ya apalagi aku yang paling heboh...
Sebenernya sih seneng itu jadi semangat aja gitu belajarnya..

>>Nah tipsnya, usahakan dirimu dikenal oleh dosen itu...
Entah itu aktif karena kamu sering bertanya dan menjawab atau aktif berkenalan dengan dosennya wkwkkwkkw...


BIMBINGAN DAN KONSELING
Di mata kuliah ini, aku menitik beratkan ke cerita dimana diriku konsul setelah pelajaran selesai, di mulai dari cerita masalah teman dan sifat ku..
Oh iya aku juga bertanya-tanya tentang tanda tangan ku yang mampu menampilkan ciri khas diri...
Asli, di mata kuliah ini menurut ku adalah pembelajaran yang menarik tentang pola pikir manusia yang berbeda-beda dan harus kita kuasai nantinya dalam belajar mengajar di kelas...


PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Nah, ini adalah mata kuliah yang amat mencirikan UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA hehe...
Uniknya dimata kuliah ini kita mahasiswa/i harus memakai baju atasan putih dan bawahan hitam..
Untuk wanita harus pakai rok inget ya hehhehe...
Dimata kuliah ini, kita harus mendengarkan ceramah ampe sore hohoho... (kalau ke bagian sore sih) ya soalnya kan ada jurusan yang lain juga yang ngontrak mata kuliah ini, dan itu penuh sesak di mesjid Al-Furqon..
Oh iya mata kuliah ini juga dosen pendampingnya membuat geger kelas ahhahhaa...
Maklum kelas yang kebanyakan wanitanya ini, selalu histeris kalau kedatangan pengajar yang masih muda, sedang kuliah dan eh taunya jadi dosen juga hahha...


PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Mata kuliah ini asiknya itu dosennya yang walaupun sudah berumur, beliau selalu tetap semangat dan membuat kita selalu bersiap-siap kalau ditanya..
Ya, gimana engga..
Bapaknya selalu menunjuk dari absen dan selalu minta jelaskan terkait apa yang ditanyakan hihi...
Nah di mata kuliah ini juga diriku ditunjuk jadi asistennya bapak dosen ini hihi...
Pengalaman yang didapatkan adalah mulai dari ambilin minum untuk dosennya, menghapus papan tulis, ikut menyiapkan kelas dan tak lupa dikenal dong sama dosennya hehehe...
Mata kuliah ini gak jauh beda ko dengan mata pelajaran di SMA yaitu PPKN/PKN...


BAHASA INGGRIS
Mata kuliah ini mampu mengajarkan ku tentang berbahasa..
Ini gak jauh beda juga ko dengan mata pelajaran waktu di SMA..
mulai dari Verb ini dan itu, presentens, V-ing, ah dan lain-lain...
Mirip ko ga jauh beda...
Tapi aku gak terlalu mahir hehhe 😂😓😓😓


MENGETIK
Nah ini dia mata kuliah yang buat aku semangat datang pagi-pagi..
Sebenarnya sih ga ada yang aneh, hanya saja aku terlalu senang aja dengan apa yang namanya komputer heheh..
Di mata kuliah ini ya belajar ngetik aja, tapi mengetik 10 jari ya INGET bukan 11 jari yang biasa kamu lakukan sehari-hari wkkwkw...
Disini juga aku mendapatkan peringkat (setidaknya diatas rata-rata) dalam pembelajaran mengetik dnegan menggunakan aplikasi yang ada di kelas komputer ini..
Aplikasi itu dapat memberitahukan bahwa apa yang kita kerjakan itu menggunakan kecepatan dan ketepatan mengetik seberapa besar...
KEREN DEH POKOKNYA.....



MASIH RAGU MASUK JURUSAN INI?
AH AYOLAH, BERKEMBANG DISINI MENYENANGKAN HIHIHI....
MY INSTAGRAM @TARIPUTRAM
Semoga Bermanfaat Ya, Tulisan Dalam Blog Ini
HALLO FRIEND, THIS IS MY ROOM