DIBAWAH INI MENJELASKAN BERBAGAI HAL MENGENAI SURAT MENYURAT :
MODUL 1
SURAT MENYURAT
TUJUAN
Setelah
mempelajari modul ini diharapkan Mahasiswa dapat :
1.
Menjelaskan arti surat
2.
Menjelaskan fungsi Surat
3.
Mengetahui kriteria surat dan penulis
surat yang baik
4.
Mengetahui penggolongan surat
5.
Mengetahui bentuk surat
Agar berhasil
dengan baik dalam mempelajari modul ini, sangat dianjurkan Mahasiswa mengikuti
petujuk berikut ini ;
1.
Bacalah dengan
cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Mahasiswa memahami betul apa, untuk
apa, dan bagaimana mempelajari modul ini.
2.
Baca sepintas
bagian demi bagian dan temukan kata-kata yang Mahasiswa anggap baru.
3.
Carilah dan baca
pengertian kata-kata kunci itu dalam kamus yang Mahasiswa miliki.
4.
Tangkaplah
pengertian demi penertian dalam modul ini melalui pernahaman sendiri dan tukar
pikiran dengan mahasiswa atau guru lain atau dengan tutor Mahasiswa.
5.
Mantapkan
pernahaman Mahasiswa melalui diskusi mengenai pengalaman Mahasiswa dengan
terman-teman Mahasiswa dalam kelompok, terutama dalam melaksanakan tugas
latihan.
6.
Kerjakan tes
formatif yang tersedia pada setiap akhir kegiatan belajar dengan jujur.
Selamat
Belajar!
1.
Pengertian
Surat
Salah stau aktivitas pekerjaan
ketatausahaan baik di kantor pemerintah maupun swasta adalah melakukan
pekerjaan membuat surat atau menulis surat.
Surat menurut Lamudin Finoza
mengemukakan bahwa surat adalah informasi tertulis yang dapat dipergunakan
sebagai alat kmonukiasi tulis yang dibuat dengan persyaratan tertentu.
Persyaratan tertentu yang sekaligus menjadi ciri pembeda antara surat dengan
karangan tertulis lainnya adalah dalam hal :
a)
Penggunaan kertas (sebgaian surat
menggunakan kertas khusus)
b)
Penggunaan model atau bentuk (style)
c)
Penggunaan kode dan notasi
d)
Pemakaian bahasa yang khas
e)
Pencantuman tmahasiswa tangan
Sedangkan
menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980:8) surat adalah suatu sarana
untuk menyampaikan informasi atau pernyataan secara tertu;is kepada pihak
lainbaik atas nama sendiri ataupun jabatannya dalam organisasi.
Penyampaian
maksud melalui surat dari satu pihak kepada pihak lain dapat atas nama
perseorangan (pribadi) dan dapat atas nama jabatan dalam suatu organisasi.
Kegiatan saling berkirim surat oleh perseorangan atau oleh organisasi disebut surat
menyurat atau korespondensi, dan para pelakunya
disebut koresponden.
2.
Fungsi
Surat
Funsi utama surat yaitu :
1)
Sebagai alat komunikasi tertulis
2)
Sebagai tmahasiswa bukkti tertulis
3)
Sebagai alat pengingat
4)
Sebagai pedoman untuk bertundak
5)
Sebagau keterangan keamanan
6)
Sebagai duta/wakil organisasi
7)
Sebagai dokumentasi historis dari
suatu kegiatan
(menurut Lamudin)
Sedangkan menurut Drs. Suhmahasiswa
Panji (1973:2) fungsi surat yaitu :
1)
Alat bukti tertulis
2)
Alat pengingat
3)
Bukti historis
4)
Duta organisasi dan
5)
Pedoman
Hal
ini sama dengan yang diungkapkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
(1980:9).
3.
Kriteria
Surat dan Penulis surat yang Baik
Surat yang baik isi dan
penampilannya akan memancarkan citra yang baik bagi lembaga yang
mengeluarkannya. Akan tetapi kenyataan di lapangan masih banyak kesalahan yang
terjadi dalam penulisan surat. Kesalahan yang mewarnai surat-surat, baik pada
instansi pemerintah maupun lembaga sosial dan juga perusahaan, sudah mejadi
“penyakit administrasi” pada lembaga-lembaga tersebut. Kesalahan yang banyak
ditemukan umumnya sebagai berikut :
1)
Penulisan huruf besar dan huruf kecil
serta penulisan kata banyak yang salah.
2)
Pemakaian kata dan istilah, banyak
yang tidak tepat
3)
Kalimat sering tidak lengkap,
berbelit-belit, dan bertele-tele (terlalu panjang)
4)
Susunan isi atau komposisi surat yang
tidka teratur
Kesalahan
di atas dapat diindari dengan mengetahui
ciri umum surat yang baik dan persayaratan menjadi penulis yang baik. Adapun
kriteria dan ciri umum surat yang baik
adalah :
1)
Menggunakan kertas surat yang tepat
dari segi ukuran jenis dan warna sesuai dnegan surat yang akan ditulis,
2)
Menggunakan bentuk surat yang standar
3)
Menggunakan bahasa indonesia yang baku
4)
Menggunakan gaya bahasa yang lugas
(concise)
5)
Menggunakan bahasa yang jelas (clear)
6)
Menggunakan bahasa yang sopan dan
hormat (cortious)
7)
Menyajikan fakta yang benar dan
lengkap
8)
Tidak menggunakan singkatan, keculai
yang laim dipakai dalam surat-menyurat
9)
Tidak menggunakan kata-kata sulit
danistilah yang belum memasyarakat.
Sedangkan
agar menjadi penulis yang baik, para korenponden harus memenuhi sejumlah
persyaratan yaitu :
1)
Mengetahui prosedur surat menyurat
secara umum
2)
Menguasai pemakaian bahasa tulis
dengan baik
3)
Mengetahui seluk beluk permasalahan
yang akan ditulis
4)
Mengetahui posisi hubungan antara
pengirim dan penerima surat.
4.
Penggolongan
Surat
Sebagai alat komunikasi tulis,
surat sangat beraneka ragam dengan wujud, jenis, nama dan sifatnya. Surat
dikelompokkan berdasarkan wujudnya, pemakaiannya, banyaknya sasaran yang
dituju, isinya, sifatnya dan menurut penyelesaiannya.
1)
Penggolongan
Surat Menurut Wujudnya
a)
Surat Bersampul
Yaitu surat yang terddiri atas kertas
surat beserta sampul/amplopnya. Isi surat bersampul boleh terdiri atas beberapa
kertas dengan berat maksimum tertentu sesuai dengan ketenuan kantor pos.
b)
Kartu Pos
Adalah surat berbentuk kartu dnegan
ukuran 10 cm x 15 cm yang dikleuarkan oleh kantor pos. Ada juga yang berikiran
15 cm x 20 cm yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta.
c)
Wakrat Pos
Yaitu surat yang wujudnya berupa
gabungan sampul dan kertas surat. Kertas warkat pos dibentuk sedemikian rupa
dan apabila di lipat maka akan membetuk amplop.
d)
Telegram dan Teleks
Tetegram berasal dari kata Tele
= jauh, dan gram (graf) = tmahasiswa yang tercetak. Jadi Telegram yaitu tmahasiswa/berita
yang tercetak dari jarak jauh. Kata Telex sebenarnya merupakan singkatan dari Telegrafer
exchange yang berarti pertukaran berita yang tercetak dari jarak jauh.
Dan alat pencetaknya disebut Teletypewriter atau Teleprinter.
e)
Memo dan Nota
Yaitu surat yang dipakai untuk
keperluan intern suatu organisasi. Memo dan nota digunakan untuk meminta atau
memberi informasi serta petunjuk antarjabatan dalam suatu kantor.
f)
Surat Tmahasiswa Bukti
Yaitu surat khusus yang umumnya
berbentuk formulir yang dipakai sebagai tmahasiswa bukti suatu kegiatan antara
dua belah pihak atau untuk membuktikan keabsahan sesuatu hal. Misalnya faktur,
kuitansi, tmahasiswa terima, dan kartu identitas.
2)
Penggolongan
Surat Menurut Pemakaiannya
Jika dilihat dari segi pemakaiannya
surat dapat dibedakan atas empat macam yaitu :
a)
Surat Pribadi
Yaitu surat dari perseorangan kepada
orang lain atau kepada organisasi. Pengirim surat harus menyebut dirinya dengan
kata saya atau kata ganti orang pertama. Dan dilihat dari isi surat pribadi
dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
(1)
Surat pribadi yang isinya bersifat
prive yaitu surat yang dikirm kepada teman atau kepada kerabat/keluarga.
(2)
Surat pribadi yang isinya bersifat
resmi yaitu surat yang di kirim kepda pejabat suatu instansi atau kepada
organisasi, mislanya surat lamaran pekerjaan, surat kuasa dan surat pernyataan.
b)
Surat Pemerintah
Adalah surat resmi yan terutama
dipergunakan oleh instansi pemerintah untuk kepentingan administrasi
pemerintah. Bahasa dalam surat ini biasanya resmi dan formal.
c)
Surat Bisnis
Adlah srat yan gterutama dipakai oleh
perusahaan untuk urusan perdagangan atau jual beli. Surat bisnis memkai bentuk
yang bervariasi dan mengikuti ketentuan surat resmi.
d)
Surat Sosial
Adalah surat yang dipakai oleh
organisasi kemasyarakatan, misalnya yayasan, perkumpulan olah raga, organisasi
kedaerahan dan LSM.
3)
Penggolongan
Surat Menurut Banyaknya Sasaran yang Dituju
Dari segi sassarannya surat dapat
ditujukan kepada satu orang atau sutau organisasi dan dapat juga kepada
beberapa orang atau orgnaisasi yang jumlahnya banyak. Berdasarkan sasarannya
surat dibedakan menjadi :
a)
Surat Biasa, yaitu surat yang
ditujukan kepada satu atau beberapa orang/organisasi (jumlahnya sedikit) dan
b)
Surat Edaran /Surat Pengumuman, yaitu
surat yang ditujuan kepada orang atau organisasi yang jumlahnya banyak.
4)
Penggolongan
Surat Menurut Isi dan Maksudnya
Setiap pengirim surat yang pasti
mempunyai maksud yang akan dismapaikan kepada pihak yang dituju. Maksud
tersebut dapat berupa :
Ø Pemberitahuan
Ø Peringatan
Ø Pengaduan
Ø Penawaran
Ø Permohonan
Ø Pesanan
Ø dll
5)
Penggolongan
Surat Menurut Sifatnya
berdasarkan sifatnya dibagi atas surat
biasa, surat konfidental, dan surat rahasia. Pernedaan itu didasarkan pada segi
keamanan isinya.
a)
Surat Biasa
Yaitu surat yang isinya bersifat
biasa, isi surat tersebut hanya boleh diketahui oleh orang lain yang dituju.
b)
Surat Konfidental
Adalah surat untuk kalangan terbatas,
arti kata konfidensial sebenarnya rahasia, tetapi dalam hal ini lebih tepat
terbatas. Maksudnya surat tersveut tidak untk disebar luaskan karena hanya
untuk kalangan tertentu.
c)
Surat Rahasia
Surat yang hanya boleh dibuka dan
hanya boleh diketahui isinya oleh orang yang dituju.
6)
Penggolongan
Surat Menyurat Urgensi Penyelesaiannya
a)
Surat Biasa, yaitu surat yang
diperlukan seara biasa artinya surat ini tidak diistimewakan.
b)
Surat Segera, yaitu surat yang
memerlukan penyelesaian dengan segera tetapi tidak se-urgent surat kilat.
c)
Surat Kilat, yaitu surat yang
memerlukan penyelesaian sangat segera.
5.
Bentuk
Surat
Bentuk surat yaitu pola atau
patron sebuah surat yang ditentukan oleh atau (layout) bagian-bagian surat.
Penempatan bagaian-bagaian surat pada posisi tertentu akan membentuk model
(style) yang tertentu pula.
Sedangkan menurut Drs. Suhmahasiswa
Panji bahwa bentuk surat adalah penyususnan letak daripada bagian-bagian surat
(layout) pada setiap jenis surat.
Jadi bentuk surat adalah suatu
pattern dari bagaian-bagaian (layout) pada surat. Ada beberapa bentuk surat dan
salah satunya menurut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikti) yaitu sebagai
berikut :
1)
Bentuk resmi (Official Style)
Pada bentuk ini alamat di tulis di
sebelah kanan di bawah tanggal. Di sebelah kiri berturut-turut ke bawah di
tulis : nomor surat, sifat (kalau ada), lampiran dan perihal. Kemudian setiap
alinea dimulai 5 (lima) spasi dari garis pinggir kiri (lihat contoh). Bentuk
ini biasanya digunakan oleh instansi pemerintah
2)
Bentuk Lurus (Block Style)
Menurut bentuk ini alamat di tulis
sebelah kiri, beberapa baris di bawah nomor. “perihal” di tulis di bawah alamat.
Kemudian setiap aliena dimulai pada garis pinggir kiri dengan jarak 2 spasi
(lihat contoh). Pada umumnya bentuk semacam ini digunakan oleh perusahaan.
Sedangkan kalau bentuk lurus penuh
setelah kepada surat bagaian-bagain surat berikutnya nomor, lampiran, perihal
sampai dengan bagaian surat bagian paling bawah inisial terletak sebelah kiri
semuanya,gambarnya sebagai berikut :
3)
Bentuk Setengah Lurus (Semi Block
Style)
Bentuk ini hampir sama dengan bentuk
lurus hanya bedanya terletak pada setiap alinea yang dimulai 5 spasi dari
pinggir kiri (lihat contoh). Bentuk ini banyak digunakan oleh perusahaan.
4)
Bentuk Lekuk (Indented Style)
Pada bentuk ini pada baris pertama
alamat dalam dimulai pada garis pinggir kiri. Kemudian baris keduanya (nama
jalan dan nomor) dimulai 5 spasi dari garis pinggir kiri. Baris berikutnya
(nama kota) dimulai 10 spasi dari garis pinggir kiri. Selanjutnya setiap alinea
dimulai 5 spasi dari garis pinggir kiri (lihat contoh). Bentuk surat ini
biasnaya hanya cocok untuk surat yang alamatnya singkat.
Bentuk
Surat Menurut Standar Internasional
Sedangkan macam-macam bentuk
surat menurut standar internasional yaitu :
1)
Full block style (lurus penuh)
Menurut bentuk ini semua bagian surat
diketik mulai margin kiri yang sama. Setiap alinea baru, dimulai pada garis
margin yang sama, dengan jarak baris biasnaya satu.
Demikian pula kata penutup dan nama
penaggung jawab surat diketik pada garis margin yang sama 9lihat contoh)
2)
Block style (lurus)
Bentuk ini sama dengan full block
bedanya hanya pada pengetikan kata penutupnya yang tidak dimulai pada garis
margin kiri (lihat contoh).
3)
Indented style
Pada bentuk ini, susunan alamat surat
untuk baris pertama (nama perusahaan) dimulai pada garis margin surat, kemudian
baris keduanya (nama jabatan) dimuai sesudah 5 spasi dari garis margin kiri,
danbaris berikutnya (nama kota) dimulai sesudah 10 spasi dari garis margin
kiri. Selanjutnya pada isi surat setiap alinea baru dimulai sesudah 5 spasi
dari margin kiri (lihat contoh)
4)
Semi block style (setegah lurus)
Bentuk surat ini adalah bentuk
campuran antara block style dengan indented style yaitu pengetikan suratnya
sama dengan block style, sedangkan isi suratnya diketik menurut indented (lihat
contoh)
5)
Official style
Pada bentuk ini alamat surat diketik
pada sebelah kanan surat dan letaknya adalah d bawah tanggal surat. Pada margin
kiri ditulis secara berurutan ke bawah : nomor surat, lampiran dan hal. Setiap
alinea baru pada isi surat dimulai 5 spasi dari garis margin kiri. Bentuk surat
semacamini banyak dipergunakan oleh instansi-isntansi pemerintah (lihat contoh)
6)
Hanging paragraf
Menurut bentuk ini alamat diketik
menurut alamat surat dalamblock style kemudian setiap baris pertama dari alinea
surat dimulai pada garis margin kiri yang sma setiap baris kedua sampai baris
terakhir dari setiap aliena diketik sesudah 5 sapsi dai garis margin kiri
(lihat contoh).
Soal Latihan
1.
Jelaskan pengertian dari surat?
2.
Sebutkan dan jelaskan apa saja fungsi dari
surat?
3.
Sebutkan dan jelaskan kriteria surat
dan penulis surat yang baik
4.
Sebutkan dan jelaskan penggolongan
surat berdasarkan apa saja?
5.
Jelaskanlah ada berapa bentuk surat?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar