Nah yang satu ini aku bakal ngebahas, tentang mata kuliah MSDM, chek this out....
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
GLOBAL
TINJAUAN
PUSTAKA
A.
Teori yang Terikat Dengan Tema
Manajemen global adalah segenap aktivitas manusia dalam organisasi dengan
menggunakan bantuan sumber-sumber daya dan fasilitas yang diperlukan untuk
mencapai tujuan secara keseluruhan. Dalam membahas tema ini tidak akan terlepas
dengan adanya perbedaan budaya diantar negara. Menurut (Mondy, 2008) dalam bukunya yang berjudul Human resource Management, mengatakan
bahwa “Budaya negara adalah sekumpulan nilai, simbol, keyakinan, bahasa, dan
norma yang memandu pelaku manusia di setiap negara.” Menurutnya norma-norma
budaya mendukung loyalitas dan kerja tim. Negara Indonesia lebih memilih gaya
kepemimpinan otokrasi karena mereka merasa lebih nyaman dengan perbedaan yang
jelas antara manajer dan bawahan. Menurut Kamus Besar yang penulis kutip dari www.kamusbesar.com bahwa “Budaya yg salah
satu atau sejumlah unsurnya memiliki kemiripan atau serupa antara satu wilayah
budaya (biasanya mengacu pd batas wilayah kedaulatan negara) dan wilayah budaya
yg lain.”
Menurut beberapa
para ahli menjelaskan mengenai pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM),
sebagai berikut :
1.
Menurut Melayu SP. Hasibuan : MSDM
adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif
dan
efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
2.
Menurut Henry Simamora: MSDM
adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa
dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja.MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan
dan hubungan perburuhan yang mulus.
dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja.MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan
dan hubungan perburuhan yang mulus.
3.
Menurut Achmad S. Rucky: MSDM
adalah penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusis, pendayagunaan, pengemebangan
dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara efektif
untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal oleh organisasi tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.
untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal oleh organisasi tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.
4.
Menurut Mutiara S. Panggabean: MSDM
adalah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pimpinan dan pengendalian
kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan,
pengadaan, pengembngan, kompensasi, promosi dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
pengadaan, pengembngan, kompensasi, promosi dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari definisi di atas, menurut Mutiara S.
Panggabaean bahwa, kegiatan di bidang sumber daya manusia dapat dilihat dari
dua sudut pandang, yaitu dari sisi pekerjaan dan dari sisi pekerja. Dari sisi
pekerjaan terdiri dari analisis dan evaluasi pekerjaan. Sedangkan dari sisi
pekerja meliputi kegiatan-kegiatan pengadaan tenaga kerja, penilaian prestasi
kerja, pelatihan dan pengembangan, promosi, kompensasi dan pemutusan hubungan
kerja.
Dengan definisi di atas yang dikemukakan oleh
para ahli tersebut menunjukan demikian pentingnya manajemen sumber daya manusia
di dalam mencapai tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.Unsur manajemen
(Tool of management), biasa dikenal Market/ marketing atau pasar.
B.
Teori atau Konsep yang Relevan
Manajemen merupakan ilmu
dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya
lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Manajemen terdiri dari enam unsur yang biasa kita sebut 6M, yaitu : Men, Money, Material, Machine, dan Market.
Unsur manusia (Men) berkembang
menjadi suatu bidang ilmu manajemen yang disebut dengan Manajemen Sumber Daya
Manusia (MSDM). Manajemen SDM adalah suatu bidang manajemen yang khusus
mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam organisasi perusahaan.
berikut PEMBAHSANNYA ya guys..
PEMBAHASAN
A. Pengertian Manajemen SDM Global
Manajemen Sumber Daya Manusia Global atau global human resource
management, adalah pemanfaatan sumber daya manusia global untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi tanpa memandang batas-batas geografis. Orang-orang yang
berurusan dengan masalah sumber daya manusia global menghadapi sejumlah besar
tantangan yang jauh melampaui rekan-rekan domestik mereka.
Permasalahan-permasalahan itu mulai dari hambatan budaya hingga hambatan
politik dan aspek-aspek internasional seperti kompensasi.
Sebelum manajemen tingkat atas memutuskan sebuah gerakan global, hal
yang sangat penting untuk dilakukan adalah mempertimbangkan karakteristik
penting isu-isu sumber daya manusia. Mereka yang terlibat dalam manajemen
sumber daya manusia global berkembang dan bekerja melalui sebuah sistem
manajemen sumber daya manusia global yang terintregrasi. Dalam sebuah
perusahaan pasti memerlukan karyawan, maka dari situ dibutuhkannya penyedian
staf, dalam kasus ini berarti secara global.
B.
Penyediaan Staf Global (Staffing)
Rekruitmen, pemeliharaan, dan pemanfaatan talenta global merupakan elemen-elemen
kesuksesan perusahaan di era modern. Sebelum proses penyediaan staf untuk
penugasan internasional dimulai, pemahaman yang menyeluruh atas hal-hal yang
tercakup dalam pekerjaan harus dikembangkan (analisis pekerjaan). Sebuah
organisasi global harus secara sistematis mencocokan pasokan SDM internal
maupun eksternal dengan lowongan-lowongan pekerjaan yang diperkirakan muncul
dalam organisasi tersebut dalam periode tertentu (perencanaan sumber daya manusia). Orang-orang harus direkrut dan diseleksi berdasarkan
kualifikasi tertentu yang telah diidentifikasi.
1.
Jenis-jenis Anggota Staf Global
Perusahaan harus memilih dari berbagai jenis anggota staf global dan bisa
menggunakan pendekatan-pendekatan spesifik untuk penyediaan staf global (global
staffing). Anggota staf global bisa diseleksi dari tiga jenis yang berbeda:
ekspatriat, staf berkebangsaan negara tuan rumah, dan staf berkebangsaan negara
ketiga. Ekspatriat adalah karyawan yang bukan warga negara dari negara tempat
perusahaan beroperasi, namun berasal dari negara tempat kantor pusat organisasi
yang bersangkutan berada.
Staf berkebangsaan negara tuan rumah (host-country national/IICN) adalah
karyawan yang merupakan warga negara perusahaan berlokasi. Biasanya, sebagian
besar karyawan di kantor-kantor internasional adalah mereka yang berkebangsaan
negara tuan rumah. Mempekerjakan orang-orang lokal dan mengoperasikan perusahan
seperti perusahaan lokal jika memungkinkan adalah bisnis yang bagus. Namun,
sepenuhnya mengandalkan karyawan lokal terkadang bisa menimbulkan masalah.
Staf berkebangsaan negara ketiga (third country national/ TCN) adalah warga
negara, bekerja di negara kedua dan bekerja untuk sebuah organisasi yang
berkantor pusat di negara ketiga.
Dari ketiga jenis anggota tersebut sebuah perusahaan global seperti itu
harus memiliki rasa membutuhkan antar staf maupun atasan dengan staf. Maka dari
itu harus adanya pendekatan dalam penyediaan staf global. Ada 4 pendekatan
utama dalam penyediaan staf global: etnosentris, polisentris, regionsentris dan
geosentris. Dengan adanya penyediaan staf enosentris perusahaan mengutamakan
penggunaan ekspatriat untuk mengisi posisi-posisi tingkat atas di luar negeri.
Strategi ini mengasumsikan bahwa perspektif dan isu-isu kantor pusat lebih
penting dibandingkan dengan isu-isu lokal dan ekspatriat akan lebih efektif
dalam mewakili pandangan kantor pusat. Ekspatriat sering kali diseleksi dari
orang-orang yang sudah bekerja di organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
Dalam penyeleksian ekspatriat terdapat beberapa proses yang meliputi
tahap-tahap berikut:
a)
Seleksi
diri
b)
Menciptakan
kelompok kandidat
c)
Penilaian
keterampilan teknis
d)
Pengambilan
keputusan
Penyediaan staf polisentris adalah orang-orang
yang bberkebangsaan negara tuan rumah digunakan di seluruh bagian perusahaan
dari posisi puncak hingga dasar. Bisnis yang dijalankan luar lokal bukan hanya
murah, tetapi juga menawarkan manfaat dari sudut pandang budaya dan bisnis.
Sudah jelas peneydiaan staf ini didasari oleh asumsi bahwa staf berkebangsaan
negara tuan rumah lebih siap mengatasi kondisi pasar lokal. Staf berkebangsaan
negara tuan rumah sering kali memiliki pengetahuan yang lebih mendalam mengenai
budaya, politik, dan hukum lokal, dan juga cara menjalankan bisnis. Tidak ada
format standar dalam menyeleksi staf berkebangsaan negara tuan rumah.
Penyediaan staf regiosentris mirip sekali
dengan pendekatan polisentris, namun kelompok-kelompok regional yang terdiri
dari anak-anak perusahaan yang mencerminkan strategi dan struktur organisasi
bekerja sebagai sebuah unit. Ada otonomi dalam tingkat tertentu dalam
pengambilan keputusan regional, dan promosi dimungkinkan di dalam wilayah
tersebut, namun jarang terjadi dari wilayah ke kantor pusat. Setiap wilayah
mengembangkan praktik-praktik kekaryawanan yang bersifat umum.
Penyediaan staf geosentris adalah pendekatan
yang menggunakan startegi yang terintregasu secara global. Perusahaan berupaya
untuk selalu mempekerjakan orang tebaik yang ada untuk sebuah posisi, tanpa
memandang asalnya. Model pengediaan staf geosentris kemungkinan besar diadopsi
dan digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang benar-benar global. Biasanya,
fungsi sumber daya manusia perusahaan pada perusahaan-perusahaan geosentris
merupakan fungsi yang paling rumit karena setiap aspek SDM dijalankan dalam
lingkungan secara global.
2.
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Global
Pelatihan dan pengembangan global diperlukan karena orang-orang, pekerjaan
dan organisasi sering kali sangat berbeda. Disini akan dibahas mengenai pelatihan
dan pengembangan Ekspatriat. pelatihan dan pengembangan ekspatriat biasanya
melalukakn proses pengembangan itu harus dimulai segera setelah karyawan
terseleksi, tepatnya sebelum mereka memulai penugasan global. Dalam program persiapan
pelatihan dan pengembangan ekspatriat yang ideal, yang meliputi orientasi
pelatihan pra-perpindahan, pengembangan berkelanjutan, dan orientasi dan
pelatihan repatriasi.
a)
Orientasi
dan Pelatihan Praperpindahan
Dalam
orientasi ini mencakup pelatihan dan pembiasaan dalam bahasa, budaya, sejarah,
kondisi hidup, serta kebiasaan dan keunkan lokal. Dalam program pengembangan
karyawan yang berkelanjutan, keterampilan global karyawan diselaraskan ke dalam
program-program perencanaan karier dan pengembangan perusahaan sehingga transisi
akhir ke negara tuan rumah tidak begitu sulit.
b)
Pengembanagn
Berkelanjutan: Bantuan dan Pelatihan Online
Perusahaan-perusahaan
kini menawarkan bantuan dan pelatihan online dalam bidang-bidang seperti
layanan karier, pelayihan lintas budaya dan program bantuan karyawan. Sekalipun
penugasan hanya berupa perjalanan bisnis singkat, teknologi bisa digunakan
untuk memberikan kontak dan dukungan secar terus-menerus.
c)
Orientasi
dan Pelatihan Repatriasi
Repatriasi
adalah proses memulangkan ekspatriat. Salah satu alasan yang disampaikan oleh
para ekspatriat, kepergiannya itu adalah mereka tidak dipersiapkan dengan baik
untuk kembali ke pekerjaan mereka dan tidak mampu menggunakan
keterampilan-keterampilan yang dipelajari di luar negeri. Perusahaan perlu
memiliki program repatriasi yang tersedia secara formal di dalam perusahaan.
Adanya dialog mengenai ekspetasi dan perencanaan karier saat kembali akan
membantu mengelola ekspetasi. Adanya pengakuan dan oenerimaan atas kontribusi
yang signifikan di luar negeri merupakan penghargaan yang snagat pantas
diterima oleh karyawan yang pulang dari penugasan. Harus adanya posisi yang
teridentifikasi secara jelas bagi ekspatriat saat ia kembali ke perusahaan.
C.
Kompensasi Global
Perusahaan yang sukses dalam lingkungan global menyelaraskan
program-program sumber daya manusianya dalam mendukung rencana bisnis
stratejik. Komponen paling utamanya adalah program kompensasi total sumber daya
manusia yang mendukung struktur, organisasi dan operasi perusahaan secara
global maupun regional.
1.
Kompensasi untuk Staf Berkebangsaan
Negara Tuan Rumah
Dalam masalah-masalah yang terkait
mengenai kompensasi, organisasi harus berpikir secara global, namun bertindak
secara lokal. Perusahaan akan membutuhkan gambaran rinci mengenai
ketenagakerjaan dan kondisi kerja dalam rangka menentukan prakti-praktik yang
tepat di setiap negara. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan meliputi:
a)
Persyaratan
upah minimum
b)
Informasi
waktu kerja
c)
Serta
aturan-aturan dan regulasi-regulasi mengenai penarikan dan pemberhentian yang
mencakup praktik-praktik pemutusan hubungan kerja.
Budaya adalah yang sangat berpengaruh dalam menentukan kompensasi.
Praktik-praktik kompensasi Amerika Utara mendorong individualisme dan kinerja
tinggi; program-program Eropa daratan biasanya menekankan tanggung jawab
sosial; pendekatan tradisional Jepang mempertimbangkan usia dan masa kerja
sebagai penentu utama kompensasi. Terungkap bahwa di beberapa negara, bayaran
tambahan menyebabkan karyawan bekerja lebih sedikit. Menurutnya, ketika
kebutuhan-kebutuhan aktivitas diluar perusahaan terpenuhi, itu dianggap lebih
penting dibanding tambahan uang.
Dinegara-negara Prancis dan Yunani para lulusan terbaiknya sering kali
memilih posisi dipemerintahan dengan bayaran yang terjamin seumur hidup,
sehingga sangatlah sulit untuk menarik karyawan-karyawan terbaik dengan skema
bayaran yang mencakup bonus tinggi untuk mencapai tujuan. Di negara Cina,
karyawan dibayar dengan berdasarkan jam kerja. Di sistem komunis bekerja lebih
keras daripada orang lain tidak menghasilkan bayaran tambahan.
Karena perbedaan-perbedaan tersebut dan juga perbedaan budaya lainnya,
perancangan skema bayaran global yang universal dan bisa menarik talenta
terbaik di semua negara adalah sesuatu yang sulit. Secara khusus, skema bayaran
untuk kinerja sering kali perlu disesuaikan dengan preferensi-preferensi lokal,
tergantung pada skema yang lebih disukai antara penghasilan yang terjamin atau
risiko dan hasil yang lebih tinggi.
2.
Kompensasi Ekspatriat
Penugasan internasional untuk para ekspatriat berbuaya tiga sampai lima
kali gaji tahunan seorang penerima tugas di negara tuan rumah dan lebih besar
lagi jika nilai tukar uang memburuk. Dalam sebuah survei, bahwa 44% perusahaan
menawarkan kepada para penerima tugas sebuah persentase dari gaji pokok mereka
sebagai bonus penugasan luar negeri, 19% memberi para penerima tugas pembayaran
sekaligus diawal atau diakhir penugasan dan 34% tidak memberika bonus. Budaya
sebuah negara juga bisa memberikan hambatan signifikan pada globalisasi bayaran.
Konsep-konsep Amerika seperti kepemilikan saham jaryawan dan mengaitkan
kompensasi eksekutif dengan kinerja perusahaan melalui ekuitas dan
teknik-teknik kompensasi berbasis ekuitas kian populer dalam pasar yang semakin
global. Perusahaan-perusahaan sukses di seluruh dunia menyadari pentingnya
menggunakan insentif jangka panjang dan menjadikan opsi saham sebagai elemen
utama program remunerasinya.
3. Keselamatan dan Kesehatan Global
Aspek
keselamatan dan kesehatan dalam pekerjaan merupakan hal yang penting karena
karyawan yang bekerja dalam sebuah lingkungan yang aman dan memiliki kesehatan
yang baik akan cenderung lebih produktif dan memberikan jangka panjang bagi
organisasi dibandingkan mereka yang berada dalam kondisi yang kurang baik. Operasi-operasi
global yang berpusat di negara maju sering kali lebih aman dibandingkan negara
tuan rumah. Hukum dan regulasi keselamatan dan kesehatan sering kali sangat
berbeda antara berbagai negara.
Permaslahan
- permasalahan tambahan yang spesifik
dalam penugasan global adalah layanan evakuasi darurat dan proteksi keamanan
global. Banyak perusahaan bahkan memiliki rencana bencana untuk menangani
proses pengevakuasian ekspatriat jika terjadi bencana alam, konflik sipil atua
perang.
4. Hubungan Kekaryawanan dan Ketenagakerjaan Global
Kekuatan
dan karakteristik serikat-serikat pekerja antara satu negara dengan negara lain
berbeda-beda, mulai dari tidak ada serikat pekerja sama sekali hingga yang
relatif kuat. Hubungan ketenagakerjaan mengambil langkah besar ke depan, dengan
adanya sebuah perjanjian tambahan (side
agreement) mengenai tenaga kerja yang dirancang untuk melindungi para
pekerja di negara-negara yang memfasilitasi pergerakan barang-barang dari
pengaruh-pengaruh tekanan ekonomi yang kompetitif.
NAFTA (North American Free Trade Agreement) antara
negara Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat membentuk Commission for Labor
Cooperation yang berkantor di setiap negara, yang dikenali oleh sebuah dewan
yang terdiri dari menteri-menteri tenaga kerja negara-negara tersebut. Setiap
negara bertanggung jawab untuk mematuhi hukum-hukum ketenagakerjaannya sendiri
saat menangani keselamatan dan kesehatan kerja, berikut ketenagakerjaan yang harus diperhatikan :
1.
Tenaga
kerja anak-anak
2.
Pekerja
pendatang
3.
Pengembangan
sumber daya manusia
4.
Statistik
ketenagakerjaan
5.
Tunjangan
kerja
6.
Program
sosial untuk pekerja
7.
Peningkatan
produktivitas
8.
Hubungan
pekerja dengan manajemen
9.
Standar
kerja
10.
Kesetaraan
pria dan wanita di tempat kerja
11.
Dan
bentuk-bentuk kerja sama di antara para pekerja, manajemen dan pemerintahan
Sejak NAFTA diimplementasikan,
perdagangan ke tiga negara tersebut telah meningkat secara dramatis seiring
dengan meningkatnya volume perdagangan ketiga negara tersebut.
D.
Faktor Politik dan Hukum Global
Sebuah
survei terbaru mengidentifikasikan peningkatan kompleksitas kepatuhan hukum
dalam lingkungan global sebagai tren terpenting yang memengaruhi bisnis global.
Karakteristik dan stabilitas sistem politik dan hukum berbeda-beda di seluruh
penjuruh dunia. Perusahaan-perusahaan di negara maju sangat menikmati sistem
politik dan hukum yang relatif stabil, dan hal yang sama juga dialami banyak negar
amaju lainnya. Hukum di beberapa negara yang mewajibkan usia minimum untuk para
pekerja pabrik sering kali tidak ditegakkan. Selain itu, sebuah bentuk
perbudakan terikat kontrak dialami banyak pekerja asing di pabrik-pabrik Asia.
Disini para pekerja asing diminta membayar ongkos yang terlalu besar oleh para
calo tenaga kerja hanya untuk mendapatkan izin bekerja.
Hal yang
juga memengaruhi lingkungan tempat perusahaan-perusahaan global beroperasi
adalah tarif dan kuota tertentu yang bisa berdampak besar bagi profitabilitas
perusahaan. Tarif adalah pajak yang dipungut atas barang-barang yang dipungut
atas barnag-barang yang dikirim melewati perbatasan negara. Kuota adalah
kebijakan yang membatasi jumlah atau nilai barang-barang yang bisa diimpor
melintasi batas negara.
1. Penyuapan Global
Transparency
Internasional, sebuah organisasi non-pemerintah yang berpusat di Berlin dan
didedikasikan untuk memberantas penyuapan, menemukan tanda-tanda penyuapan yang tak terkendali di
sedikitnya 60 negara. Meskipun 35 penandatangan konvesi tahun 1997 Organization of Economic Cooperation and
Development menetapkan penyuapan
pejabat luar negeri sebagai kejahatan, penegasan atas hukum baru tersebut oleh
pemerintah-pemerintah negara, selain Amerika Serikat, masih sedikit.
Semakin
banyak organisasi internasional kini telah mengembangkan panduan untuk membantu
mengurangi korupsi masa depan. Beberapa perusahaan multinasional, termasuk
Ciba-Geigy dari Swiss, telah mendorong perusahaan-perusaan multinasional
lainnya untuk bersatu dan mengadopsi kebijakan-kebijakan mengenai
praktik-praktik korupsi seperti dalam hukum A.S. mungkin peraturan-peraturan
sukarela tersebut akan efektif dalam meningkatkan standar-standar etika dalm
bisnis internasional.
2. Peluang Kerja Setara Global
Saat ini kaum wanita mencakup lebih
dari 20 persen angkatan kerja manajerial ekspatriat A.S. secara keseluruhan.
Sayangnya, partisipasi ekspatriat wanita yang sebesar ini tidak terdistribusi
merata ke suluruh penjuruh dunia. Ada beberapa negara yang budaya diskriminasi
gendernya begitu mengakar sehingga kaum wanita sangat mengalami kesulitan untuk
berpartisipasisecara setara dengan populasi mayoritas dalam angkatan kerja.
Bahkan, hingga kini ada beberapa budaya yang tidak bisa menerima seorang wanita
menjadi atasan.
3. Tim Virtual dalam Lingkungan Global
Para
anggota tim virtual global yang berada di beberapa negara secara rutin bekerja
sama secara efektif tanpa interaksi tatap muka. Keuntungan tim virtual adalah
keanggotaan tidak terbatas pada lokasi tertentu saja. Tim virtual telah
didefinisikan dalam banyak cara, dengan komponen-komponen virtual yang mulai
dari penggunaan teknologi secara tidak rutin hingga ketergantungan penuh pada
teknologi sebagai media interaksi.
Tim
virtual memungkinkan perusahaan-perusahaan menyelesaikan segala sesuatunya
lebih ceoat dan efisien. Jarang sekali para anggota tim virtual bersama-sama
berada di satu tempat, terutama jika mereka tersebar di seluruh penjuru
dunia.hal ini sering kali membuat tim-tim global lebih sulit dikelola secara
efektif.
Begitu
banyak perangkat tersedia dewasa ini untuk membantu tim-tim yang tersebar agar
komunikasi tetap berjalan lancar. Perangkat-perangkat tersebut meliputi e-mail,
pesan suara, konferensi video dari jarak jauh, groupware, dan berbagai alat
bantu komunikasi dan pengambilan keputusan. Menurut sebuah survei, konferensi
video dipandang sebagai salah satu media komunikasi yang paling kaya, nomor dua
setelah komunikasi tatap muka. Organisasi global juga bisa menggunakan Pesan
Instan saat membutuhkan cara yang cepat dan aman untuk berkomunikasi dengan
mitranya di seluruh penjuru dunia.
Beberapa
cara, seperti panggilan telepon atau pertemuan-pertemuan tatap muka memberikan
komunikasi yang bersifat langsung. Cara-cara lainnya, seperti e-mail atau pesan
suara, memiliki penundaan singkat.
DAFTAR
PUSTAKA
Mondy, R. W. (2008).
Manajemen Sumber Daya Manusia, Jilid 2 Edisi 10. In R. W. Mondy, Human
Resource Management, Tenth Edition (pp. 188-205). : PT Gelora Aksara
Pratama.
Agustina, H. (2012, Januari
1). Pengertian Manajemen Sumber Daya. Retrieved Juli 5, 2015, from
Manajemen Sumber Daya Manusia:
http://hildaagustina.blogspot.com/2012/01/pengertian-manajemen-sumber-daya.html
Wijaya, G. (2001). Seri
Hukum Bisnis. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar