Happy Cat Kaoani /* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-9/ani878.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-9/ani878.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Sabtu, 15 Juli 2017

KUMPULAN SOAL KURIKULUM PENDIDIKAN 3



1.      - Kurikulum 1947
Kurikulum ini adalah kurikulum pertama yang Indonesia usungkan untuk menjadi kurikulum Indonesia. Kurikulum ini bersifat politis, maksudnya yaitu kurikulum ini tidak berfokus pada pendidikan tetapi berfokus untuk politik dan masa depan, karena terkait waktu itu Indonesia baru merdeka dan masih banyaknya tentara-tentara musuh yang masih ingin menguasai Indonesia. Terlepas dari masa penjajahan tersebut, Kurikulum ini lebih mengutamakan pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat, daripada pendidikan pikiran (Kognitif).
– Kurikulum 1952
Kurikulum ini disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952. Pada kurikulum ini sistem pendidikan sudah terarah dengan baik dalam hal pendidikan nasional tetapi masih ada unsur ke ranah kurikulum 1947, yaitu harus menyadari bernegara dan bermasyarakat, maka kurikulum ini memiliki ciri yang menonjol dan sekaligus ciri yaitu Rencan Pelajaran ini harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungjan dengan kehidupan sehari-hari.
– Kurikulum 1964
Kurikulum ini menitik beratkan tentang pengembangan daya cipta, rasa, karsa dan karya dan moral (Pancawardhana). Yaitu sebagai penghasil sesuatu keahlian yang baik, baik dalam sebuah karya ataupun moralnya itu sendiri. Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi yaitu moral, kecerdasan, emosional/ artistik, keprigelan (keterampilan) dan jasmani. Dan pendidikan dasar lebih fokus pada pengetahuannya.
– Kurikulum 1989
Kurikulum ini seolah-olah seperti mengikuti kurikulum terdahulu yaitu kepada rasa jiwa Pancasila. Sekaligus menampung dan memperbaiki kurikulum semuanya. Kurikulum ini lebih kepada pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat.
– Kurikulum 1975
Menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efektif dan efesien, yang mempengaruhinya adalah konsep di bidang manajemen, yaitu MBO (Management by Objective). Melalui kurikulum 1968 tujuan pembelajaran setiap mata pelajaran yang terkandung pada kurikulum 1968 lebih dipertegas lagi. Yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah sebagai berikut : Berorientasi pada tujuan, Menganut pendekatan integrative,  Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu, Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (dll).
– Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 mengusung process skill approach, yang senada dengan tuntukan GBHN 1983. Kurikulum 1984 tidak mengubah semua hal dalam, kurikulum 1975, meski mengutamakan proses tapi faktor tujuan tetap dianggap penting Posisi Siswa dalam kurikulum 1984 diposisikan sebagai subyek belajar. Yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah sebagai berikut : Mengusung process skill approach, CBSA merupakan suatu upaya dalam pembaharuan pendidikan dan pembelajaran pada saat itu, Dalam CBSA kegiatan belajarnya diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan, Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral, Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan, Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa, Menggunakan pendekatan keterampilan proses.
– Kurikulum 1994
Kurikulum 1994 lebih menekankan rencana/peraturan yang menekankan pada cara belajar siswa aktif secara fisik, mental, intelektual, dan emosional guna memperoleh hasil belajar yang berupa perpaduan antara pegetahuan, sikap dan keterampilan. Kurikulum ini yang sudah kita kenal dari jaman kita, yaitu diberlakukannya sistem Kognitif, Afektif dan Psikomotor. Jadi setiap anak harus memiliki kemampuan seperti halnya ketiga komponen tersebut. Yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah sebagai berikut : Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem catur wulan, Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat, Kurikulum 1994 bersifat populis, Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen, divergen (terbuka, dimungkinkan lebih dari satu jawaban) dan penyelidikan, Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa.
– Kurikulum 2004 (KBK)
Kurikulum 2004 lebih populer dengan sebutan KBK (kurikulum Berbasis Kompetensi). Lahir sebagai respon dari tuntutan reformasi, diantaranya UU No 2 1999 tentang pemerintahan daerah, UU No 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan propinsi sebagai daerah otonom, dan Tap MPR No IV/MPR/1999 tentang arah kebijakan pendidikan nasional. Dalam kurikulum ini sudah diberlakukakannya Kompetensi agar tujuan guru mengajar tercaoai dan sudah terkonsep. Yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah sebagai berikut : Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa, Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman, Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi, Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif, Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar.
– Kurikulum 2006 (KTSP)
Kurikulum ini sebenarnya penyempurna dari KBK atau kurikulum 2004 yang mengusung Kompetensi, tetapi di 2006 ini guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Jadi siswa pun tidak akan jauh untuk menyerap informasi yang diperoleh oleh gurunya. Karena kompetensi di 2006 ini tidak akan jauh dengan kehidupan masyarakat. Karena siswa adalah bagian dari masyarakat yang akan kembali lagi kepada masyarakat.
– Kurikulum 2013
Kurikulum ini biasa kita dengar sebagai Kurtilas yaitu Kurikulum Tiga belas yang sedang hangat-hangatnya dalam pemberitaan di dunia pendidikan. Kurikulum in menitik beratkan kepada pemahaman, Skill dan pendidikan berkarakter, yang nantinya berharap menghasilkan peserta didik yang tidak hanya pintar tetapi berkarakter. Karena sudah kita ketahui di jaman sekarang yang globalisasinya sudah begini, indonesia perlu sekali memiliki kurikulum yang menghimpun semua kurikulum yang ada di Indonesia.

2.      Kurikulum terhadap Jurusan PMP 2013
Seperti halnya kurikulum setiap berkembangnya Dunia, dia pun berkembang mengikuti jaman yang ada agar kurikulum tersebut bisa digunakan dengan perkembangan-perkembangan yang ada. Itu pun berkaitan dengan jurusan saya, yaitu Pendidikan Manajemen Perkantoran. Hal-hal yang di kurikulum ada seperti Etika Perkantoran, Stenografi, Statistika yang dilepas menjadi Statistika 1 dan 2, dan benar-benar kurikulum terdahulu sangat erat sekali kaitannya dengan jurusan Perkantoran yang nantinya melahirkan Para Pengajar yang sangat ahli di bidang perkantoran.
Dijaman sekarang yang sudah memakai kurikulum yang baru merombak semua hal tersebut, yaitu etika perkantoran dihapuskan tetapi dimasukan kepada mata kuliah kesekertarisan yang menampung Etika, Estetika dan Moral yang nantinya menghasilkan Sekertaris yang handal dalam pekerjaannya maupun dalam sikapnya. Stenografi yang dulunya ada sekarang sedang di diskusikan kembali apakah perlu atau tidak, tapi karena ada beberapa SMK di Indonesia yang masih memakai Kurikulum 2006 (KTSP) maka masih tetap diadakannya mata kuliah tersebut tapi sebenarnya seharusnya sudah tidak ada lagi, karena jaman sekarang sudah jarang sekali mencatat dengan gaya stenografi, karena sudah canggihnya peralatan kantor sekarang ini. Lalu untuk sekarang Statistika hanya ada Statistika terapan dan bukan menjadi 2 Statistika, karena dalam Statistika terapan para peserta didik sudah di fokuskan untuk membuat skripsi dan tidak memutar-mutar di bagian statistikanya saja. Di kurikulum sekarang banyak melahirkan mata kuliah baru seperti PSB (Pendidikan Sosial Budaya) yang benar-benar mahasiswa dituntut untuk mencintai tanah air dan kehidupan masayarakat yang memiliki nilai Moral tinggi. Lalu diberlakukannya sistem Nilai Toefl sebagai tiket sahnya mahasiswa bisa mengontrak sebuah Mata kuliah. Itu karena sudah maraknya tentang sistem MEA yang terbukanya pasar bebas. Jadi siapapun boleh masuk/ kerja di belahan negara manapun.
3.      Mengenai prediksi Kurikulum Indonesia di Masa Depan.
Tak jauh terlepas dari kurikulum 2013 yang menjadikan guru hanya sebagai fasilitator dan siswa sendiri yang mengeksplor. Maka saya berfikir di masa depan siswa harus, seperti berikut :
a.       Siswa harus memenuhi ketiga aspek belajar yaitu Afektif, Kognitif dan Psikomotor.
b.      Siswa harus Religius dan bermoral.
c.       Siswa ketika lulusannnya (SMA mau ke Kuliah) harus menciptakan sesuatu hal, entah itu karya atapun sebuah tulisan seperti skripsi.
d.      Penilaian akan objektif (akan terasa sekali mana yang pintar saja, mana yang mengikuti alur belajar, mana yang aktif saja dan mana yang aktif serta pintar).
e.       Lulusan SMA yang mahir akan mengalahkan lulusan S1 yang tidak memakai sistem kurikulum ini.
f.       Yang memakai kurikulum ini akan diberlakukan wajib sekolah 15 tahun (yang sudah menghimpun persekolahan hingga S1)
g.      Peralatan canggih akan muncul dengan perkembangan kurikulum ini.
h.      Sekolah akan difasilitasi dengan sebaik-baiknya untuk menghasilkan siswa yang prestatif dari segi apapun.
i.        Persaingan tidak hanya di Indonesia tetapi sudah bersaing dengan negara lain.
j.        Pembelajaran tidak hanya di dalam sebuah ruangan (kelas) tetapi melalui Media Sosial, via email, webcam dan pembelajaran (SD, SMP, SMA) dilakukan dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore.
k.      Di setiap sekolah diberi wifi gratis untuk mengerjakan tugas yang padat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MY INSTAGRAM @TARIPUTRAM
Semoga Bermanfaat Ya, Tulisan Dalam Blog Ini
HALLO FRIEND, THIS IS MY ROOM