Happy Cat Kaoani /* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-9/ani878.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-9/ani878.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Sabtu, 15 Juli 2017

KUMPULAN SOAL KURIKULUM PENDIDIKAN 2




Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Tujuan pendidikan memiliki klasifikasi, dari mulai tujuan yang sangat umum sampai tujuan khusus yang bersifat spesifik dan dapat diukur, yang kemudian dinamakan kompetensi. Tujuan pendidikan dilasifikasika menjadi empat, yaitu:
a.       Tujuan Pendidikan Nasional (TPN) : tujuan yang bersifat paling umum dan merupakan sasaran akhir yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan. Secara jelas tujuan Pendidikan Nasional yang bersumber dari sistem nilai Pancasila dirumuskan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, Pasal 3, bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengambangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, betujuan untuk mengembangakannya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

b.      Tujuan Institusional (TI) : tujuan yang harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan. Dengan kata lain, tujuan ini dpaat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki oleh setiap siswa setelah mereka menempuh atau dapat menyelesaikan program di suatu lembaga pendidikan tertentu. Tujuan institusional merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan umum yang dirumuskan dalam bentuk kompetensi lulusan setiap jenjeng pendidikan, misalnya standar kompetensi pendididkan dasar, menengah, kejuruan, dan jenjang pendidikan tinggi.
c.       Tujuan Kurikuler (TK) : tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata pelajaran. Oleh sebab itu, tujuan kurikuler dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki siswa setelah mereka menyelesaikan suatu bidang studi tertentu dalam suatu lembaga pendidikan. Tujuan kurikuler juga pada dasarnya merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan. Dengan demikian, setiap tujuan yang kurikuler harus dapat mendukung dan diarahkan untuk mencapai tujuan institusional.
d.      Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran (TP) : kemampuan yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka memperlajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali pertemuan.

Ada juga yang disebut Domain Kognitif, Afektif dan Psikomotor, sebagai berikut :
Domain Kognitif adalah tujuan pendidikan yang berhubungan dengan kemampuan intelektual atau kemempuan berpikir seperti kemampuan mengingat dan kemampuan memecahkan masalah. Domain kognitif menurut Bloom terdiri dari enam tingkatan,  yaitu:

1)        Pengetahuan (knowledge)
2)        Pemahaman (comprehension)
3)        Penerapan (aplication)
4)        Analisis
5)        Sintesis
6)        Evaluasi
Domain afektif berkenaan dengan sikap, nilai-nilai, dan apresiasi. Domain ini merupakan bidang tujuan pendidikan kelanjutan dari domain kognitif. Artinya, seseorang hanya akan memiliki sikap tertentu terhadap suatu objek manakala telah memiliki kemampuan kognitif tingkat tinggi. Menurut Krathwohl dan kawan-kawan (1964), dalam bukunya Taxonomy of Educational Objectives: Affective Domain, domain afektif memiliki tingkatan:
1)      Penerimaan
2)      Merespons
3)      Menghargai
4)      Mengorganisasi
5)      Karakterisasi Nilai
Domain psikomotor adalah tujuan yang berhubungan dengan kemampuan keterampilan atau skill seseorang. Ada tujuh tingkatan yang termasuk ke dalam domain ini:
1)      Persepsi (Perception)
2)      Kesiapan (Set)
3)      Meniru (Imitation)
4)      Membiasakan (Habitual)
5)      Menyesuaikan (Adaptation)
6)      Menciptakan (Organization)
Isi dari sebuah kurikulum ialah komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa, dan menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
Lalu ada juga tentang metode/ strategi, yaitu Komponen metode/strategi merupakan komponen yang memiliki peran yang sangat penting, sebab berhubungan dengan implementasi kurikulum. Menurut T. Rakajoni (1989) mengartikan strategi pembelajaran sebagai pola dan urutan umum perbuatan guru-siswa dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Strategi pembelajaran dapat dibagi atas: strategi Exposition dan Strategi Discovery learning; serta Strategi Groups dan Individual Learning. Exposition, bahan ajar sudah dikemas sedemikian rupa, sehingga siswa tinggal menguasai saja. Oleh sebab itu, metode yang banyak digunakan dalam strategi ini adalah metode ceramah. Dalam discovery learning, bahan ajar tidak dikemas dalam bentuk yang sudah jadi, tetapi siswa diharapkan dapat beraktivitas secara penuh, mencari dan mengumpulkan informasi, memvandingkan, menganalisis, dan sebagainya. Oleh sebab itu, metode yang lebih banyak digunakan dalam strategi ini adlaah metode pemecahan masalah.
Strategi pembelajaran individual dan kelompok, lebih menekankan bagaimana desain pembelajaran itu dilihat dari sisi siswa yang belajar. Strategi yang berpusat kepada siswa biasa dinamakan  student centered, sedangkan strategi yang berpusat pada guru dinamakan teacher centered.
Dari adanya sebuah perencanaan – isi – strategi – dan berahir pada evaluasi. Evaluasi sebagai alat untuk melihat keberhasilan pencapaian tujuan dapat dikelompokan menjadi dua jenis yaitu, tes dan nontes.
Tes biasanya digunakan unuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif atau tingkat penguasaan  materi pembelajaran. Hasil tes biasanya diolah secara kuantitatif. Dilihat dari fungsinya, tes  yang dilaksanakan setelah selesai satu caturwulan atau semester ddinamakan tes sumatif. Hasil tes tersebut digunakan untuk mengisi nilai raport. Sedangkan tes yang dilaksanakan setalah proses belajar mengajar atau mungkin setelah selesi satu pokok bahasan dinamakan tes fermatif, karena fungsinya bukan untuk melihat keberhasilan siswa kan tetapi digunakan sebagi umpan balik untuk perbaikan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru.
Nontes adalah alat evaluasi yang biasanya digunakan untuk menilai aspek tingkah laku ntermasuk sikap, minat, dan motivasi. Ada beberapa jenis nontes sebagai alat evaluasi, diantaranya wawancara, observasi, studi kasus, dan skala penilaian.
1)      Observasi
2)      Wawancara
3)      Studi Kasus
4)      Skala Penilaian




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MY INSTAGRAM @TARIPUTRAM
Semoga Bermanfaat Ya, Tulisan Dalam Blog Ini
HALLO FRIEND, THIS IS MY ROOM