RESUME
MANAJEMEN ASSET
Setelah membaca materi yang sudah
disediakan di LMS dari materi 1-6 saya tau mulai dari pengertian asset hingga
kegunaannya di bagian hal lainnya. Dibawah ini akan saya jelaskan atau paparkan
apa yang saya dapat dari materi tersedbut :
Manajemen Asset adalah barang atau sesuatu
barang yang mempunyai nilai ekonomi (economic value), nilai komersial
(commercial value) atau nilai tukar (exchange value) yang dimiliki oleh badan
usaha, instansi atau individu (perorangan) yang dikeloloa oleh organisasi
tersebut. Adapun pengertian lainnya yaitu : Federal
Highway Administration and the American Association of State Highway and
Transportation Officials dalam Asset Management Primer (1999)
mendefinisikan manajemen aset sebagai pemenuhan tingkat layanan yang diperlukan
dengan cara yang paling hemat biaya melalui penciptaan, akuisisi, operasi,
pemeliharaan, rehabilitasi, dan penghapusan aset yang disediakan bagi pelanggan
saat ini dan dimasa yang akan datang.
Inti dari manajemen aset yaitu bahwa pengelolaan aset
berkaitan dengan menerapkan penilaian teknis dan keuangan dan praktek manajemen
yang baik untuk memutuskan apa yang dibutuhkan aset untuk memenuhi tujuan
bisnis, dan kemudian untuk memperoleh dan mempertahankan aset selama umur hidup
aset tersebut sampai ke pembuangan.
Berdasarkan pendapat di atas, secara umum tujuan dari
pengelolaan aset adalah membantu suatu entitas dalam memenuhi tujuan penyediaan
pelayanan secara optimal, efektif dan efisien. Hal ini mencakup perencanaan,
panduan pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, optimasi, penghapusan aset dan
pengaturan risiko serta biaya yang terkait selama siklus hidup aset.
Pengelolaan aset juga bertujuan untuk mengetahui kejelasan dari kepemilikan
aset sehingga pemilik aset dapat dengan aman dan tidak terbentur masalah
legalitas dalam mendayagunakan aset yang dimilikinya.
Manajemen Asset harus memiliki 4 unsur berikut ini :
1.
Memiliki nilai ekonomis
yang terkait dengan nilai pemanfaatan tertinggi dan terbaik (highest and best
use)
2.
Menghasilkan pendapatan
dari pengoperasian properti.
3.
Memiliki fisik, fungsi
dan hak penguasaan yang baik.
4.
Economical
life-time yang panjang.
Ada
pula tahapan utama dalam siklus asset :
1.
Identifikasi peluang
bisnis atau kebutuhan.
2.
Kemampuan analisis gap
dan analisis kebutuhan aset
3.
Analisis Pra-studi
kelayakan, fisik dan keuangan - pilihan opsi
4.
Perencanaan Kelayakan,
fisik dan keuangan - untuk opsi yang dipilih
5.
Akuisisi, pengembangan
dan implementasi
6.
Operasi, dukungan
logistik dan pemeliharaan
7.
Memantau (monitoring)
dan review
8.
Pembuangan (disposal)
Pengadaan
Aset : Kegiatan pengadaan (barang dan jasa) adalah serangkaian
kegiatan untuk memperoleh atau mendapatkan aset/ barang maupun jasa baik yang
dibiayai oleh sendiri maupun yang dibiayai oleh pihak luar atau dilaksanakan
secara swakelola (sendiri), maupun oleh penyedia barang dan jasa.
Inventarisasi
Aset : Rangkaian kegiatan mengidentifikasi kualitas dan kuantitas aset
secara fisik non fisik, dan secara yuridis / legal. melakukan kodefikasi dan
mendokumentasikannya untuk kepentingan pengelolaan aset bersangkutan.
Legal
Audit Aset : Kegiatan pengauditan tentang status aset, sistem dan prosedur
penguadaan, sistem dan prosedur pengalihan, pengidentifikasian adanya indikasi
permasalahan legalitas, pencarian solusi untuk memecahkan masalah legalitas
yang terjadi atau terkait dengan penguasaan dan pengalihan aset.
Penilaian
Aset : Sebuah proses kerja untuk menentukan nilai aset yang dimiliki,
sehingga dapat diketahui secara jelas nilai kekayaan yang dimiliki, atau yang
akan dialihkan maupun yang akan dihapuskan.
Operasi
dan Pemeliharaan Aset : Kegiatan menggunakan atau memanfaatkan aset dalam
menjalankan tugas dan pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan
pemeliharaan aset adalah kegiatan menjaga dan memperbaiki seluruh bentuk aset
agar dapat dioperasikan dan berfungsi sesuai dengan harapan.
Penghapusan
Aset: Kegiatan untuk menjual, menghibahkan atau bentuk lain dalam
memindahkan hak kepemilikan atau memusnahkan seluruh/sebuah unit atau unsur
terkecil dari aset yang dimiliki.
Rejuvinasi
Aset / Review : Upaya peremajaan aset dengan tujuan aset dapat
didayagunakan kembali sebelum umur ekonomisnya habis. Peremajaan ini dapat
berupa perbaikan menyeluruh ataupun penggantian suku cadang dengan tujuan aset
dapat beroperasi seperti pada keadaan semula.
Pengalihan
Aset : Upaya memindahkan hak dan atau tanggung jawab, wewenang, kewajiban
penggunaan, pemanfaatan dari sebuah unit kerja ke unit yang lainnya di
lingkungan sendiri.
Beberapa
masalah yang terkait masalah dalam pengelolaan aset seperti yang disebutkan
Priyatiningsih (2011), yaitu :
1.
Aset berjumlah banyak
dan tersebar secara geografis.
2.
Aset memiliki
penanganan (treatment) yang spesifik
3.
Aset memiliki “nilai”
tertentu dikaitkan dengan posisi geografis
4.
Aset memiliki
masalah-masalah legal yang berbeda-beda
5.
Pemanfaatan aset belum
optimal, sehingga “kinerja” aset masih rendah
6.
Proses pencatatan aset
tidak sistematis dan terintegrasi.
7.
Manajemen data masih
manual.
8.
Perencaan pemanfaatan
aset di masa yang akan datang belum optimal.
Menurut Siregar (2004) Optimasi
aset suatu langkah untuk mengoptimalkan kinerja aset yang dimiliki.
Optimasi aset memungkinkan suatu organisasi atau individu memiliki benefit
secara optimal dalam pengelolaan aset. Optimasi aset juga merupakan langkah
yang paling tepat untuk menghindari suatu idle asset / idle
capacity dari aset yang bersangkutan. Kata optimum mengacu kepada
kualitas bukan kuantitas, ini berarti yang terbaik bukan yang terbesar karena
optimasi pengelolaan aset itu harus dapat memaksimalkan ketersediaan aset
(maximize asset availability), memaksimalkan penggunaan aset (maximize aset
utilization) dan meminimalkan biaya kepemilikan (minimize cost of ownership).
Ada siklus hidup yang terjadi dalam proses Aset :
Planning >> Acquisition >> Operation &
Maintenance >> Disposal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar