Happy Cat Kaoani /* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-9/ani878.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-9/ani878.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Kamis, 02 November 2017

Telaah Kurikulum dan Perencanaan Pembelajaran Manajemen Perkantoran



A.    Pengembangan Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan yang mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara-cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, yang mana didalamnya mencakup beberapa hal diantaranya adalah: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik.
       Penerapan kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang. Seperti: politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan.  
            Pengembangan kurikulum adalah sebuah proses yang merencanakan, menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil penilaian terhadap kurikulum yang telah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi belajar mengajar yang baik. Dengan kata lain pengembangan kurikulum adalah kegiatan untuk menghasilkan kurikulum baru melalui langkah-langkah penyusunan kurikulum atas dasar hasil penilaian yang dilakukan selama periode waktu tertentu.
            Pada umumnya ahli kurikulum memandang kegiatan pengembangan kurikulum sebagai suatu proses yang kontinu, merupakan suatu siklus yang menyangkut beberapa kurikulum yaitu komponen tujuan, bahan, kegiatan dan evaluasi. Selain harus memperhatikan unsur-unsur diatas, di dalam mengembangkan sebuah kurikulum juga harus menganut beberapa prinsip dan melakukan pendekatan terlebih dahulu, sehingga di dalam penerapannya sebuah kurikulum dapat mencapai sebuah tujuan seperti yang di harapkan dan mengenai prinsip-prinsip dan pendekatan itu akan kami jelaskan selengkapnya dalam pembahasan.
B.     Asas & Prinsip Pengembangan Kurikulum
1.      Asas Psikologis, Hal-hal yang mengacu pada aspek psikologi :
– tahap perkembangan
– kebutuhan psikologis
2.      Asas Sosiologis, Mengacu pada gejala sosial
– hubungan individu dengan individu, golongan, dan masyarakat
3. Asas Filosofis: Mengarah pada falsafah bangsa & pendidikan yang dianut
4.  Asas Teknologi/Organisatoris: Mengacu pada perkembangan & kebutuhan masyarakat
PRINSIP-PRINSIP UMUM PENGEMBANGAN KURIKULUM
1.      RELEVANSI :
a.       Relevansi ke luar : komponen-komponen kurikulum sesuai dengan tuntutan, kebutuhan, perkembangan masyarakat
b.      Relevansi ke dalam : konsistensi antar komponen-komponen kurikulum à keterpaduan internal
2.      FLEKSIBILITAS : Kurikulum solid tetapi pada pelaksanaannya memungkinkan terjadinya penyesuaian
3.      KONTINUITAS : Adanya kesinambungan sebab proses belajar siswa berlangsung secara berkesinambungan
4.      PRAKTIS : Biasa disebut efisien, dengan biaya yang murah dapat dilaksanakan dengan mudah
5.      EFEKTIVITAS : Keberhasilan yang tinggi baik dari segi kuantitas maupun kualitas
Karakteristik kurikulum :
1. kurikulum menekankan isi/materi ajaran
2. isi kurikulum berasal dari disiplin ilmu (solid-sistematis)
3. peranan guru sangat dominan
4. penyajian : ekspositori & inkuiri
Sumber : Pendidikan Klasik (filsafat perenialisme, esensialisme)

 

KURIKULUM SUBJEK AKADEMIS
1. orientasi masa lalu
2. asumsi : ilmu, nilai, budaya telah solid
3. tugas pendidikan memelihara & mewariskan ilmu, nilai budaya
4. guru adalah ekspert & model
PENDEKATAN DALAM PERKEMBANGAN KURIKULUM SUBJEK AKADEMIS
1.Pendekatan berdasarkan struktur pengetahuan
2.Pendekatan bersifat integratif (integrated curriculum)
–Thema yang membentuk kesatuan (unifying theme)
–Menyatukan beberapa disiplin ilmu (contoh social studies)
–Menyatukan berbagai metode belajar
3.Pendekatan fundamen (Az-Zikro, 2013)talis
–Mata pelajaran membaca menulis berhitung
–Mata pelajaran lain dipelajari tanpa dihubungkan dengan kebutuhan praktis
KURIKULUM HUMANISTIK
Sumber : Pendidikan Pribadi (filsafat eksistensialisme)
1.orientasi ke masa sekarang
2.asumsi : anak punya potensi
3.pendidikan ibarat bertani
4.guru adalah psikolog, bidan, motivator, fasilitator
Karakteristik kurikulum :
1.siswa adalah subjek, punya peran utama
2.isi/bahan sesuai minat/kebutuhan siswa
3.menekankan keutuhan pribadi
4.penyampaian : discovery, inquiry, penekanan masalah
MODEL KONSEP KURIKULUM
KURIKULUM KONFLUEN
Menekankan keutuhan pribadi, individu merespon secara utuh (pikiran, perasaan, tindakan)à dasarnya Gestalt
Ciri :
–Partisipasi
–Integrasi
–Relevansi
–Pribadi anak
–Tujuan : mengembangkan pribadi yang utuh
Metode belajar konfluen :
–Mengidentifikasi topik/tema yang mengandung self-judgment
–Materi disampaikan dalam bentuk open-ended
KURIKULUM TEKNOLOGIS
Sumber : Pendidikan Teknologis (filsafat realisme)
1.orientasi ke masa sekarang dan y.a.d
2.menekankan kompetensi
3.kompetensi diuraikan menjadi perilaku yang dapat diamati
4.peranan guru tidak dominan (dapat diganti alat-alat teknologi)
5.pendidikan bersifat ilmiah (science, experimental, terukur0
6.pendidikan – sistem
Karakteristik kurikulum :
1.tujuan dirinci menjadi objektif
2.menekankan isi (uraian kompetensi)
3.disain pengajar disusun sistemik (menggunakan analisis approach)
4.isi disajikan dalam media tulis & elektronik
5.evaluasi menggunakan tes objektif
KURIKULUM REKONSTRUKSI SOSIAL
Sumber : Pendidikan Interaksional (filsafat pragmatisme)
1.orientasi ke masa lalu dan sekarang
2.asumsi : manusia mahluk sosial
3.menekankan pemecahan problema masyarakat
4.tujuan pendidikan pembentukan masyarakat lebih baik
5.pendidikan adalah kerjasama : interaksi guru-siswa-siswa
Karakteristik kurikulum :
1.tujuan pemecahan masalah masyarakat
2.isi kurikulum ; problema dalam masyarakat
3.metode mengajar kooperatif / gotong royong / kerja kelompok
4.guru & siswa belajar bersama

C.    Landasan Pengembangan Kurikulum
1.      Landasan Filosofi : suatu pandangan hidup yang ada padasetiap orang. Dengan kata lain bahwa setiap orang mempunyai filsafatdalam arti pandangan hidup pada dirinya.
2.      Landasan Psikologi : Terdapat dua landasan psikologi yang digunakan dalam pengembangan kurikulum, yaitu psikologi belajar (psychology of learning) dan psikologi perkembangan. Psikologi belajar digunakan sebagai landasan dalam men-screen tujuan pembelajaran umum/standar kompetensi/SK (tentative general objective) yang sudah dirumuskan untuk merumuskan precise education (kompetensi dasar/KD), dan menyeleksi pengalaman-pengalaman belajar yang akan dirumuskan dalam kurikulum. Sedangkan psikologi perkembangan lebih berperan dalam pengorganisasian pengalaman-pengalaman belajar, yaitu pada tingkat pendidikan mana atau pada kelas berapa suatu pengalaman belajar tertentu harus diberikan karena harus sesuai dengan perkembangan jiwaanak. Pada dasarnya dua landasan psikologi tersebut sangat diperlukandalam pengembangan kurikulum yaitu pada langkah merumuskan tujuan pembelajaran, menyeleksi serta mengorganisasi pengalaman belajar.
3.      Landasan Sosiologi : Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusiadalam kelompok-kelompok dan struktur sosialnya.
4.      Landasan Ipteks : aplikasi dari ilmu pengetahuan untuk memecahkan  masalah-masalah praktis. Seni merupakan hal yang penting yang dapat memperhalus budi pekerti.
Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan kurikulum meliputi: (1) Pengambil keputusan yang terkaitdengan penetapan kurikulum, (2) Ahli kurikulum, (3) Ahli disiplin keilmuan, (4)Ahli psikologi, dan (5) Pengajar.

Kurikulum merupakan suatu sistem yang memiliki komponen-komponen tertentu.
1.      Komponen Tujuan.
Tujuan pendidikan memiliki klasifikasi berjenjang, tujuan pendidikan nasional,  tujuan institusional, tujuan kurikuler dan tujuan instruksional. Menurut Bloom,  ada tujuan afektif, kognitif dan psikomotor.
2.      Komponen Isi / Materi Pelajaran 
Isi kurikulum berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki mahasiswa.  Isi kurikulum menyangkut aspek pengetahuan atau materi pelajaran, maupun kegiatan mahasiswa.
3.      Komponen Metode / Strategi 
Komponen ini berhubungan dengan implementasi kurikulum dan cara penyampaian  materi. Mengingat kemampuan mahasiswa yang beragam, dosen dituntut dapat menyampaikan materi dengan metode yang berfariasi.
4.      Komponen Evaluasi
Melalui evaluasi dapat ditentukan nilai dan arti kurikulum,      apakah suatu kurikulum dapat dipertahankan atau tidak.  Dengan evaluasi dapat ditentukan pula apakah tujuan yang direncanakan  sudah tercapai atau belum

Poblematika Kurikulum
1. Permasalahan yang terjadi pada perubahan kurikulum.
Secara umum dasar perubahan kurikulum 1975-1984 Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studi dengan kemampuan anak didik, Terlalu padatnya isi kurikulum yang harus diajarkan hampir di setiap jenjang. Kurikulum 1994 kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan, terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented), di antaranya sebagai berikut:
ü Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata pelajaran
ü Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa, dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari.
2. Solusi dalam Perubahan Kurikulum.
Permasalahan di atas terasa saat berlangsungnya pelaksanaan kurikulum 1994. Hal ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. Salah satu upaya penyempurnaan itu diberlakukannya Suplemen Kurikulum 1994. Penyempurnaan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip penyempurnaan kurikulum, yaitu:
ü Penyempurnaan kurikulum secara terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan kebutuhan masyarakat.
ü Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar, potensi siswa, dan keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya.
ü Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa.
ü Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan berbagai aspek terkait, seperti tujuan materi, pembelajaran, evaluasi, dan sarana/prasarana termasuk buku pelajaran.
ü Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikannya dan tetap dapat menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang tersedia di sekolah.


Daftar Pustaka

Amin, J. (2013). prinsip prinsip pengembangan kurikulum. Dipetik October 5, 2015, dari prinsip prinsip pengembangan kurikulum: http://jumajuma27.blogspot.co.id/2013/02/prinsip-prinsip-pengembangan-kurikulum.html
Asmoni S., P. (2009). menganalisis perkembangan kurikulum. Dipetik October 5, 2015, dari menganalisis perkembangan kurikulum: http://asmoni-best.blogspot.co.id/2009/04/menganalisis-perkembangan-kurikulum-s-m.html
Az-Zikro. (2013, November 17). asas prinsip pengembangan kurikulum. Dipetik October 5, 2015, dari asas prinsip pengembangan kurikulum: https://paudazzikro.wordpress.com/2013/11/17/asas-prinsip-pengembangan-kurikulum/
Tarmizi, A. (2012, October 22). Prinsip Pengembangan Kurikulum. Dipetik October 5, 2015, dari Makalah Prinsip Pengembangan Kurikulum: http://aadesti.blogspot.co.id/2012/10/makalah-prinsip-pengembangan-kurikulum.html
Dea (2011), Prinsip – Prinsip Pengembangan Kurikulum. (Online) tersedia: http://dheekape.blogspot.com/2011/11. Diakses 22 Oktober 2012.
Komaruddin, Yooke dan Kurniawan, Deni, (2011), “Prinsip – Prinsip pengembangan Kurikulum “ dalam Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta : Tim Pengembang MKDP FIP UPI, Rajawali Pers.
Sukmadinata, Nana S. (2012). Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MY INSTAGRAM @TARIPUTRAM
Semoga Bermanfaat Ya, Tulisan Dalam Blog Ini
HALLO FRIEND, THIS IS MY ROOM