A. Pengembangan Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan yang mengenai tujuan,
isi dan bahan pelajaran serta cara-cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Sedangkan pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif,
yang mana didalamnya mencakup beberapa hal diantaranya adalah: perencanaan,
penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun
kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan
untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik.
Penerapan kurikulum atau biasa disebut juga implementasi
kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan
operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan
kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat
ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum
itu sendiri. Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang
terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan
banyak orang. Seperti: politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta
unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan
pendidikan.
Pengembangan kurikulum adalah sebuah proses yang merencanakan, menghasilkan
suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil penilaian terhadap
kurikulum yang telah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi belajar
mengajar yang baik. Dengan kata lain pengembangan kurikulum adalah kegiatan
untuk menghasilkan kurikulum baru melalui langkah-langkah penyusunan kurikulum
atas dasar hasil penilaian yang dilakukan selama periode waktu tertentu.
Pada umumnya ahli kurikulum memandang kegiatan pengembangan kurikulum sebagai suatu proses yang kontinu,
merupakan suatu siklus yang menyangkut beberapa kurikulum yaitu komponen
tujuan, bahan, kegiatan dan evaluasi. Selain harus memperhatikan unsur-unsur
diatas, di dalam mengembangkan sebuah kurikulum juga harus menganut beberapa
prinsip dan melakukan pendekatan terlebih dahulu, sehingga di dalam
penerapannya sebuah kurikulum dapat mencapai sebuah tujuan seperti yang di
harapkan dan mengenai prinsip-prinsip dan pendekatan itu akan kami jelaskan
selengkapnya dalam pembahasan.
B.
Asas & Prinsip
Pengembangan Kurikulum
1.
Asas Psikologis, Hal-hal yang mengacu pada aspek
psikologi :
– tahap perkembangan
– kebutuhan psikologis
2.
Asas Sosiologis, Mengacu pada gejala sosial
– hubungan individu dengan individu, golongan, dan masyarakat
3. Asas Filosofis: Mengarah pada falsafah bangsa &
pendidikan yang dianut
4. Asas Teknologi/Organisatoris: Mengacu pada
perkembangan & kebutuhan masyarakat
PRINSIP-PRINSIP UMUM PENGEMBANGAN KURIKULUM
1.
RELEVANSI :
a.
Relevansi ke luar : komponen-komponen kurikulum sesuai
dengan tuntutan, kebutuhan, perkembangan masyarakat
b.
Relevansi ke dalam : konsistensi antar
komponen-komponen kurikulum à keterpaduan internal
2. FLEKSIBILITAS :
Kurikulum solid tetapi pada pelaksanaannya memungkinkan terjadinya penyesuaian
3. KONTINUITAS : Adanya
kesinambungan sebab proses belajar siswa berlangsung secara berkesinambungan
4. PRAKTIS : Biasa
disebut efisien, dengan biaya yang murah dapat dilaksanakan dengan mudah
5.
EFEKTIVITAS : Keberhasilan yang tinggi baik dari segi
kuantitas maupun kualitas
Karakteristik kurikulum :
1. kurikulum menekankan isi/materi ajaran
2. isi kurikulum berasal dari disiplin ilmu (solid-sistematis)
3. peranan guru sangat dominan
4. penyajian : ekspositori & inkuiri
Sumber : Pendidikan Klasik (filsafat perenialisme, esensialisme)
KURIKULUM SUBJEK AKADEMIS
1. orientasi masa lalu
2. asumsi : ilmu, nilai, budaya telah solid
3. tugas pendidikan memelihara & mewariskan ilmu, nilai budaya
4. guru adalah ekspert & model
PENDEKATAN DALAM PERKEMBANGAN KURIKULUM SUBJEK AKADEMIS
1.Pendekatan berdasarkan struktur pengetahuan
2.Pendekatan bersifat integratif (integrated curriculum)
–Thema yang membentuk kesatuan (unifying theme)
–Menyatukan beberapa disiplin ilmu (contoh social studies)
–Menyatukan berbagai metode belajar
3.Pendekatan fundamen (Az-Zikro, 2013)talis
–Mata pelajaran membaca menulis berhitung
–Mata pelajaran lain dipelajari tanpa dihubungkan dengan kebutuhan praktis
KURIKULUM HUMANISTIK
Sumber : Pendidikan Pribadi (filsafat eksistensialisme)
1.orientasi ke masa sekarang
2.asumsi : anak punya potensi
3.pendidikan ibarat bertani
4.guru adalah psikolog, bidan, motivator, fasilitator
Karakteristik kurikulum :
1.siswa adalah subjek, punya peran utama
2.isi/bahan sesuai minat/kebutuhan siswa
3.menekankan keutuhan pribadi
4.penyampaian : discovery, inquiry, penekanan masalah
MODEL KONSEP KURIKULUM
KURIKULUM KONFLUEN
Menekankan keutuhan pribadi, individu merespon secara utuh (pikiran,
perasaan, tindakan)à dasarnya Gestalt
Ciri :
–Partisipasi
–Integrasi
–Relevansi
–Pribadi anak
–Tujuan : mengembangkan pribadi yang utuh
Metode belajar konfluen :
–Mengidentifikasi topik/tema yang mengandung self-judgment
–Materi disampaikan dalam bentuk open-ended
KURIKULUM TEKNOLOGIS
Sumber : Pendidikan Teknologis (filsafat realisme)
1.orientasi ke masa sekarang dan y.a.d
2.menekankan kompetensi
3.kompetensi diuraikan menjadi perilaku yang dapat diamati
4.peranan guru tidak dominan (dapat diganti alat-alat teknologi)
5.pendidikan bersifat ilmiah (science, experimental, terukur0
6.pendidikan – sistem
Karakteristik kurikulum :
1.tujuan dirinci menjadi objektif
2.menekankan isi (uraian kompetensi)
3.disain pengajar disusun sistemik (menggunakan analisis approach)
4.isi disajikan dalam media tulis & elektronik
5.evaluasi menggunakan tes objektif
KURIKULUM REKONSTRUKSI SOSIAL
Sumber : Pendidikan Interaksional (filsafat pragmatisme)
1.orientasi ke masa lalu dan sekarang
2.asumsi : manusia mahluk sosial
3.menekankan pemecahan problema masyarakat
4.tujuan pendidikan pembentukan masyarakat lebih baik
5.pendidikan adalah kerjasama : interaksi guru-siswa-siswa
Karakteristik kurikulum :
1.tujuan pemecahan masalah masyarakat
2.isi kurikulum ; problema dalam masyarakat
3.metode mengajar kooperatif / gotong royong / kerja kelompok
4.guru & siswa belajar bersama
C.
Landasan Pengembangan Kurikulum
1.
Landasan Filosofi : suatu
pandangan hidup yang ada padasetiap orang. Dengan kata lain bahwa setiap orang
mempunyai filsafatdalam arti pandangan hidup pada dirinya.
2.
Landasan Psikologi : Terdapat dua
landasan psikologi yang digunakan dalam pengembangan kurikulum, yaitu
psikologi belajar (psychology of learning) dan psikologi perkembangan.
Psikologi belajar digunakan sebagai landasan dalam men-screen tujuan
pembelajaran umum/standar kompetensi/SK (tentative general objective) yang
sudah dirumuskan untuk merumuskan precise education (kompetensi dasar/KD), dan
menyeleksi pengalaman-pengalaman belajar yang akan dirumuskan dalam kurikulum.
Sedangkan psikologi perkembangan lebih berperan dalam pengorganisasian
pengalaman-pengalaman belajar, yaitu pada tingkat pendidikan mana atau
pada kelas berapa suatu pengalaman belajar tertentu harus diberikan karena
harus sesuai dengan perkembangan jiwaanak. Pada dasarnya dua landasan psikologi
tersebut sangat diperlukandalam pengembangan kurikulum yaitu pada langkah
merumuskan tujuan pembelajaran, menyeleksi serta mengorganisasi pengalaman
belajar.
3.
Landasan Sosiologi : Sosiologi
adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusiadalam kelompok-kelompok dan
struktur sosialnya.
4.
Landasan Ipteks : aplikasi dari
ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah praktis. Seni merupakan
hal yang penting yang dapat memperhalus budi pekerti.
Pihak-pihak yang
terlibat dalam pengembangan kurikulum meliputi: (1) Pengambil keputusan yang
terkaitdengan penetapan kurikulum, (2) Ahli kurikulum, (3) Ahli disiplin
keilmuan, (4)Ahli psikologi, dan (5) Pengajar.
Kurikulum merupakan
suatu sistem yang memiliki komponen-komponen tertentu.
1.
Komponen Tujuan.
Tujuan pendidikan
memiliki klasifikasi berjenjang, tujuan pendidikan nasional, tujuan
institusional, tujuan kurikuler dan tujuan instruksional. Menurut Bloom,
ada tujuan afektif, kognitif dan psikomotor.
2.
Komponen Isi / Materi Pelajaran
Isi kurikulum
berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki mahasiswa. Isi
kurikulum menyangkut aspek pengetahuan atau materi pelajaran, maupun kegiatan
mahasiswa.
3.
Komponen Metode / Strategi
Komponen ini
berhubungan dengan implementasi kurikulum dan cara penyampaian materi.
Mengingat kemampuan mahasiswa yang beragam, dosen dituntut dapat menyampaikan
materi dengan metode yang berfariasi.
4.
Komponen Evaluasi
Melalui evaluasi
dapat ditentukan nilai dan arti kurikulum, apakah
suatu kurikulum dapat dipertahankan atau tidak. Dengan evaluasi dapat ditentukan
pula apakah tujuan yang direncanakan sudah tercapai atau belum
Poblematika Kurikulum
1. Permasalahan yang terjadi pada
perubahan kurikulum.
Secara umum dasar perubahan
kurikulum 1975-1984 Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai
bidang studi dengan kemampuan anak didik, Terlalu padatnya isi kurikulum yang
harus diajarkan hampir di setiap jenjang. Kurikulum 1994 kurikulum 1994 muncul
beberapa permasalahan, terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada
pendekatan penguasaan materi (content oriented), di antaranya sebagai
berikut:
ü Beban belajar siswa terlalu berat
karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata
pelajaran
ü Materi pelajaran dianggap terlalu
sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa, dan
kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari.
2. Solusi dalam Perubahan Kurikulum.
Permasalahan di
atas terasa saat berlangsungnya pelaksanaan kurikulum 1994. Hal ini mendorong
para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. Salah satu
upaya penyempurnaan itu diberlakukannya Suplemen Kurikulum 1994. Penyempurnaan
tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip penyempurnaan
kurikulum, yaitu:
ü Penyempurnaan kurikulum secara
terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan kebutuhan masyarakat.
ü Penyempurnaan kurikulum dilakukan
untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan
beban belajar, potensi siswa, dan keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya.
ü Penyempurnaan kurikulum dilakukan
untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan
tingkat perkembangan siswa.
ü Penyempurnaan kurikulum
mempertimbangkan berbagai aspek terkait, seperti tujuan materi, pembelajaran,
evaluasi, dan sarana/prasarana termasuk buku pelajaran.
ü Penyempurnaan kurikulum tidak
mempersulit guru dalam mengimplementasikannya dan tetap dapat menggunakan buku
pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang tersedia di sekolah.
Daftar Pustaka
Amin, J. (2013). prinsip prinsip
pengembangan kurikulum. Dipetik October 5, 2015, dari prinsip prinsip
pengembangan kurikulum:
http://jumajuma27.blogspot.co.id/2013/02/prinsip-prinsip-pengembangan-kurikulum.html
Asmoni S., P. (2009). menganalisis
perkembangan kurikulum. Dipetik October 5, 2015, dari menganalisis
perkembangan kurikulum: http://asmoni-best.blogspot.co.id/2009/04/menganalisis-perkembangan-kurikulum-s-m.html
Az-Zikro. (2013, November 17). asas
prinsip pengembangan kurikulum. Dipetik October 5, 2015, dari asas
prinsip pengembangan kurikulum: https://paudazzikro.wordpress.com/2013/11/17/asas-prinsip-pengembangan-kurikulum/
Tarmizi, A. (2012, October 22). Prinsip
Pengembangan Kurikulum. Dipetik October 5, 2015, dari Makalah Prinsip
Pengembangan Kurikulum: http://aadesti.blogspot.co.id/2012/10/makalah-prinsip-pengembangan-kurikulum.html
Dea (2011),
Prinsip – Prinsip Pengembangan Kurikulum. (Online) tersedia: http://dheekape.blogspot.com/2011/11.
Diakses 22 Oktober 2012.
Komaruddin, Yooke dan Kurniawan, Deni, (2011),
“Prinsip – Prinsip pengembangan Kurikulum “ dalam Kurikulum dan pembelajaran.
Jakarta : Tim Pengembang MKDP FIP UPI, Rajawali Pers.
Sukmadinata, Nana S. (2012).
Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar