Pada awalnya
manusia hanya penyedia barang saja yang hanya menerima pesanan dari setiap
langganan yang datang. Hingga suatu hari permintaan menjadi lebih banyak dan
harus memikirkan penambahan tenaga marketing, tenaga pengiriman, sopir dan
tambahan lainnya.
Zaman semakin
berkembang. Berbagai industri penyedia barang dan jasa mulai banyak bermunculan
hingga pada ahirnya pelanggan mencari dan mulai memilah barang-barang yang
mereka inginkan. Hingga para pengusaha pun banyak membuat berbagai standar yang
diinginkan konsumennya. Hal inilah yang mendasari perusahaan untuk menerapkan
standar sistem manajemen mutu,
Tujuan utama sistem
ini adalah memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan cara memproduksi barang
sesuai dengan standar yang diterapkan.
1.
Standar : kesepakatan yang berisi
spesifikasi atau kriteria lain dan digunakan sebagai aturan, penuntun atau
definisi dari karakteristik. Fungsinya untuk memastikan barang, produk, proses
dan jasa sesuai dengan tujuannya.
2.
Sistem manajemen mutu : aktivitas
terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan suatu organisasi dalam
mencapai sasaran yang diharapkan berkenaan dengan mutu.
3.
ISO (Internasional Organization for Standarization) : suatu badan
standar interasional yang bergerak di bidang standarisasi. Organisasi ini
dibentuk oleh badan-badan standar nasional dari 156 negara.
4.
ISO 9001 : standar internasional
yang diakui untuk sertifikasi sistem manajemen mutu. Tujuannya, menciptakan konsistensi untuk
mencapai kepuasan pelanggan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar