RANCANGAN PENELITIAN KUALITATIF
Oleh: Afiful Ikhwan
PEMBAHASAN
RANCANGAN
PENELITIAN KUALITATIF
A.
Pengertian
Penelitian Kualitatif
Penelitian
berasal dari bahasa inggris research (re: kembali, dan search: mencari),
dengan demikian research berarti mencari kembali. Sehingga,
penelitian adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara
ilmiah dalam suatu bidang tertentu untuk mendapatkan fakta-fakta tau
prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan
menaikan tingkat ilmu dan teknologi.[1][3]
Istilah
penelitian kualitatif menurut Kirk dan Miller pada mulanya bersumber pada
pengamatan kualitatif yang dipertentangkan dengan pengamatan kuantitatif, lalu
mereka mendefinisikan bahwa metodologi kualitatif adalah tradisi tertentu dalam
ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada
manusia dalam kaasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut
dalam bahasanya dan dalam peristilahannya.
Sedangkan
penelitian kualitatif menurut Jane Richie, adalah upaya untuk menyajikan dunia
sosial, dan perspektifnya di dalam dunia, dari segi konsep, prilaku, persepsi,
dan persoalan tentang manusia yang diteliti.[2][5] Penelitian kualitatif
ini dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh
melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya.Contohnya dapat berupa
penelitian tentang kehidupan, riwayat dan perilaku seseorang, peranan
organisasi pergerakan nasional, atau hubungan timbal balik.[3][6]
Kajian penelitian kualitatif berawal dari kelompok ahli
sosiologi dari “mazhab Chicago” pada tahun 1920-1930, yang memantapkan
pentingnya penelitian kualitatif untuk mengkaji kelompok kehidupan manusia.
Pada waktu yang sama, kelompok ahli antropologi menggambarkan outline
dari metode karya lapangan; yang melakukan pengamatan langsung ke lapangan
untuk mempelajari adat dan budaya masyarakat setempat. Dari awal, tampak bahwa
penelitian kualitatif merupakan bidang penyelidikan tersendiri. Bidang ini
bersilang dengan disiplin dan pokok permasalahan lainnya. Suatu kumpulan
istilah, konsep, asumsi yang kompleks dan saling terkait meliputi istilah
penelitian kualitatif.
Dalam
penelitian tidak lepas dari rancangan, tetapi pada rancangan penelitian
kualitatif dalam pendidikan, penelitiannya bersifat sementara karena ketika
penelitian berlangsung, peneliti secara terus menerus menyesuaikan rancangan
tersebut dengan proses penelitian dan kenyataan yang terjadi di lapangan
khususnya di dalam dunia pendidikan. Jadi berbeda dengan proses penelitian
kuantitatif yang disusun secara ketat dan kaku sebelum penelitian dilaksanakan.
Hal ini disebabkan karena:
1.
Peneliti kualitatif belum dapat membayangkan sebelumnya tentang kenyataan-kenyataan
yang akan dijumpai di lapangan;
2.
Peneliti belum dapat meramalkan sebelumnya tentang perubahan yang terjadi
ketika terjadi interaksi antara peneliti dan kenyataan yang diteliti;
3.
Bermacam-macam
sistem nilai yang terkait berhubungan dengan cara yang tidak dapat diramalkan.[4][7]
B.
Ciri-ciri
Penelitian Kualitatif
Sekadar
memberikan gambaran dan penjelasan menegenai penelitian kualitatif, ada baiknya
dikemukakan cirri-ciri pokok penelitian. Ada lima ciri pokok dari penelitian
kualitatif:[5][8]
1. Penelitian
kualitatif menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung. Situasi
pendidikan baik dalam lingkungan keluaraga, sekolah dan masyarakat, sebagaimana
adanya (alami) tanpa dilakukan perubahan dan intervensi oleh peneliti, merupakan
objek bagi penelitian kualitatif. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam
situasi pendidikan terutama peristiwa sosial, dalam arti interaksi manusia,
seperti interaksi siswa-siswa, guru-guru, siswa-lingkungan, merupakan kajian
utama penelitian kualitatif. Peneliti pergi kelokasi tersebut, memahami dan
mempelajari, perilaku insane tersebut dalam konteks lingkungannya, sebagaimana
yang ditunjukkannya.
2. Penelitian
kualitatif sifatnya deskriptif analitik. Data yang diperoleh dari penelitian
kualitatif seperti hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan,
cuplikan tertulis dari dokumen, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi
penelitian, tidak dituangkan dalam bentuk dan bilangan statistik.
3. Tekanan
penelitian kualitatif ada pada proses bukan pada hasil.
4. Penelitian
kualitatif sifatnya induktif.
5. Penelitian
kualitatif mengutamakan makna.
Penelitian
kualitatif memiliki ciri atau karakteristik yang membedakan dengan
penelitian jenis lainnya. Dari hasil penelaahan pustaka yang dilakukan Moleong
atas hasil dari mensintesakan pendapatnya Bog dan Biklen dengan Lincoln dan
Guba ada sebelas ciri penelitian kualitatif, yaitu:
1.
Penelitian
kualitatif menggunakan latar alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan (enity).
2.
Penelitian
kualitatif intrumennya adalah manusia, baik peneliti sendiri atau dengan
bantuan orang lain.
3.
Penelitian
kualitatif menggunakan analisis data secara induktif.
4.
Penelitian
kualitatif mengumpulkan data deskriptif (kata-kata, gambar) bukan
angka-angka.
5.
Penelitian
kualitatif lebih mementingkan proses dari pada hasil.
6.
Penelitian
kualitatif meredefinisikan validitas, realibilitas, dan objektivitas dalam
versi lain dibandingkan dengan yang lazim digunakan dalam penelitian klasik.
7.
Penelitian
kualitatif menyusun desain yang secara terus menerus disesuaikan dengan
kenyataan lapangan (bersifat sementara).
C.
Bentuk-bentuk Rancangan Penelitian
Kualitatif
1. Grounded
Theory (Teoretisasi Data)
Rancangan teori grounded
merupakan prosedur penelitian kualitatif yang sistematik, dimana peneliti
melakukan generalisasi satu teori yang menerangkan konsep, proses, tindakan,
atau interaksi mengenai suatu topik pada level konseptual yang luas. Tujuan grounded
theory yaitu untuk menentukan kondisi yang memunculkan sejumlah
tindakan/interaksi yang berhubungan dengan suatu fenomena dan akibatnya.[6][9]
Dalam dunia pendidikan teori ini
digunakan untuk meneliti bagaimana proses kegiatan pengajaran, proses
bimbingan, pengelolaan kelas/manajemen kelas, dan bagaimana hubungan antara
guru dan siswa di sekolah.
2.
Rancangan Penelitian Etnografik
Rancangan penelitian etnografik
merupakan prosedur penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan, menganalisa,
dan menginterprestasi pola prilaku, kepercayaan, dan bahasa bersama dari
sekelompok budaya yang berkembang pada seluruh waktu. Dalam lingkungan
pendidikan penelitian ini dirancang untuk meneliti tentang bagaimana kurikulum
yang diterapkan, serta metode apa yang digunakan guru untuk mengajar.
3.
Rancangan Penelitian Naratif
Dalam
rancangan ini, seorang peneliti mendeskripsikan kehidupan individual,
mengumpulkan dan menceritakan informasi tentang kehidupan individu-individu,
serta melaporkannya secara naratif tentang pengalaman-pengalaman mereka.Dalam
bidang pendidikan misalnya, meneliti bagaimana perkembangan psikososial anak
didik serta aktifitas-aktifitasnya baik di dalam sekolah maupun di luar
sekolah.
4.
Rancangan Study Kasus
Penelitian
dalam rancangan study kasus dilakukan untuk memperoleh pengertian yang mendalam
mengenai situasi dan makna sesuatu/subyek yang diteliti. Penelitian ini lebih
mementingkan proses dari pada hasil, lebih mementingkan konteks dari pada suatu
variabel khusus, lebih ditunjukan untuk menemukan sesuatu dari pada kebutuhan
konfirmasi.
Penelitian
ini menganalisa bagaimana keadaan individu peserta didik, dalam persoalan
sosialnya maupun pola kehidupannya baik dalam hal pergaulan maupun sikap di
dalam masyarakat.
5.
Rancangan Metode Campuran
Dalam penelitian metode campuran,
peneliti mengkombinasikan data kuantitatif dengan data kualitatif, yaitu untuk
menerangkan dan mengeksplor problem penelitian dengan cara terbaik. Rancangan
metode ini merupakan prosedur untuk mengumpulkan data kuantitatif dan data
kualitatif dalam satu penelitian tunggal, dan untuk menganalisa dan melaporkan
data ini berdasarkan prioritas, sekuensi, dan level integrasi informasi.
Biasanya rancangan ini ditujukan dalam
pengisian hasil studi/nilai akhir sekolah, menganalisis nilai siswa, serta
untuk menentukan pengembangan diri masing-masing siswa selama mengkuti
pembelajaran.
6.
Rancangan Penelitian Tindakan (Action Research)
Penelitian
ini memanfaatkan data kuantitatif dengan data kualitatif seperti metode
campuran, akan tetapi fokusnya lebih merupakan terapan. Tujuan penelitian ini
dalam dunia pendidikan adalah untuk meningkatkan praktek pendidikan dan
pengajaran dimana guru melaksanakannya berkaitan dengan problem yang mereka
hadapi dalam setting sekolah.Dalam bidang pendidikan dan pengajaran
rancangan penelitian tindakan merupakan prosedur sistematik yang dipakai oleh
guru (atau peneliti) untuk mengumpulkan data kuantitatif dan atau data
kualitatif tentang cara-cara mereka bekerja, bagaimana mereka mengajar, dan bagaimana
baiknya siswa belajar.
D.
Format Rancangan Penelitian Kualitatif
Dalam
konteks pendekatan kualitatif, elemen dan unsur-unsur utama sebagai isi (content)
dari rancangan penelitian dalam pendidikan pada umumnya adalah: konteks
penelitian (latar belakang masalah); fokus kajian atau pokok persoalan yang
hendak diteliti; tujuan penelitian; ruang lingkup dan setting penelitian (latar
alamiah penelitian itu dilakukan); perspektif teoritik (fenomena sosial) dan
kajian pustaka; serta metode yang digunakan.
Adapun
format rancangan penelitian kualitatif ada beberapa versi, akan tetapi format
di sini sebagai modifikasi, sehingga mudah diaplikasikan. Sistematikannya
adalah sebagai berikut: Judul, Konteks Penelitian, Fokus Kajian, Tujuan
Penelitian, Ruang Lingkup dan Setting Penelitian, Perspektif Teoritik dan
Kajian Pustaka, Metode Penelitian, Pendekatan, Unit Analisis, Pengumpulan dan
Analisis Data, Keabsahan data, Jadwal kegiatan penelitian, Anggaran Penelitian,
Daftar Kepustakaan[7][10]
E.
Penelitian
Kualitatif dalam Pendidikan
Penelitian
kualitatif mempunyai tempat tersendiri dalam bidang pendidikan, mengingat sifat
dan hakikat pendidikan sebagai proses sadar tujuan, dalam meningkatkan kualitas
manusia dan kualitas hidupnya sebagai manusia yang berbudaya. Ada beberapa
alasan kuat pentingnya penelitian
kualitatif dalam pendidikan;[8][11]
1. Pendiddikan
sebagai proses sosialisasi pada hakikatnya adalah interaksi manusia dengan
lingkungan yang membentuknya melalui proses belajar dalam konteks lingkungan
yang berubah-ubah.
2. Pendidikan
senantiasa melibatkan komponen manusia, yakni tenaga kependidikan dan siswa
dengan komponen, kurikulum dan sistem pendidikan, lingkungan pendidikan,
tempat/ruang dan waktu serta sarana dan prasarana pendidikan. Setiap komponen
berinteraksi satu sama lain dalam satu proses pendidikan dan pengajaran untuk
mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
3. Pendidikan
sebagai suatu sistem tidak hanya berorientasi kepada hasil tetapi juga
berorientasi kepada proses agar memperoleh hasil yang optimal.
4. Pendidikan
dalam pengertian luas, terjadi pada manusia dan berlaangsung sepanjang hayat,
dalam lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat, secara alami.
5. Tekanan
utama pendidikan adalah pembinaan dan pengembangan kepribadian manusia mencakup
aspek intelektual, moral, sosial dalam satu kesatuan utuh, serasi, selaras, dan
seimbang. Pembinaan dan pengembangan tersebut melalui proses belajar agar
diperoleh perubahan-perubahan perilaku menyangkut pengetahuan, sikap dan
ketrampilan.
Penggunaan
penelitian kualitatif dalam pendidikan bertujuan untuk;
a. Mendeskripsikan
suatu proses kegiatan pendidikan berdasarkan apa yang terjadi di lapangan
sebagai bahan kajian lebih lanjut untuk menemukan kekurangan dan kelemahan
pendidikan, sehingga dapat ditentukan upaya penyempurnaannya.
b. Menganalisis
dan menafsirkan suatu fakta, gejala dan peristiwa pendidikan yang terjadi di
lapangan sebagaimana adanya dalam konteks ruang dan waktu serta situasi
lingkungan pendidikan secara alami.
c. Menyusun
hipotesis berkenaan dengan konsep dan prinsip pendidikan berdasarkan data dan
informasi yang terjadi di lapangan (induktif) untuk dilakukan pengujian lebih
lanjut melalui pendekatan kuantitatif.]
Bidang
kajian penelitian kualitatif dalam pendidikan berkenaan dengan suatu proses dan
kegiatan yang memungkinkan terjadinya interaksi antarmanusia dan atau interaksi
manusia dengan lingkungannya. Seperti proses pengajaran,proses bimbingan,
pengelolaan kelas/manajemen kelas, kepemimpinan dan pengawasan pendidikan,
proses penilaian pendidikan, hubungan sekolah dengan masyarakat, upaya
pengembangan tugas profesi guru dan lain-lain. Permasalahan diangkat dari semua
komponen pendidikan seperti contoh dibawah ini;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar