Teknik
Pengambilan Keputusan Kuantitatif
Pemimpin memiliki tugas
membuat keputusan atau making decision.
Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan
penilaian dan menjatuhkan pilihan yang didasarkan dua atau lebih pilihan.
Pengambilan kepututsan memiliki peranan penting karena merupakan hasil akhir
yang kemudian dilaksanakan oleh anggota organisasi. Kesalahan pengambilan
keputusan merugikan organisasi, mulai dari kerugian citra sampai pada kerugian
uang. Maka, begitu pentingnya pengambilan keputusan karena dipengaruhi oleh
enam (6) faktor , yaitu: fisik, emosional, rasional,
praktikal, interpersonal,dan
struktural.
Secara umum, terdapat dua pendekatan
dalam pengambilan keputusan, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan
kuantitatif. Secara sederhana, pendekatan kualitatif mengandalkan penilaian
subyektif terhadap suatu masalah, sedangkan pendekatan kuantitatif mendasarkan
keputusan pada penilaian obyektif yang didasarkan pada model matematika yang
dibuat.
Umumnya pendekatan kuantitatif dalam
pengambilan keputusan yang menggunakan model-model matematika. Metode
kuantitatif adalah ilmu dan seni yang berkaitan dengan tata cara (metode)
pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi hasil analisis untuk
mendapatkan informasi guna penarikan kesimpulan dan pengambilan keputusan.
Pengambilan keputusan
melalui metode kuantitatif menggunakan model analisis kuantittatif yang
berbentuk numeric atau model-model keputusan menghasilkan variabel-variabel
keputusan yang berupa angka. Sebagai contoh adalah model linear programming yang berujuan memaksimalkan laba yang dapat
dicapai oleh suatu perusahaan. Model ini akan menghasilkan angka yang merupakan
keputusan dan angka yang bukan merupakan keputusan.
Adapun model-model analisis Kuantitatif dibagi menjadi
3 dan disingkat menjadi “TEV” :Decision
Tree (pohon keputusan), unsur utama analisis model adalah hirarki berbagai
cabang alternatif penyelesaian. Data yang mewakili bersifat metrik
(kuantitatif) atau non-metrik (kualitatif) yang dikuantitatifkan dengan
nilai-nilai (atau skor) berupa kategorikal; Expected
Value (nilai harapan), sebagai pendekatan dalam penilaian setiap cabang
alternatif penyelesaian (dalam grup cabang turunan pohon keputusan). Nilai yang
diwakili oleh data kuantitatif (kategorikal) juga memiliki bobot kepentingan
(probablistik) setiap unsur cabang pohon keputusan; Delphi Method (metode Delphi), sebagai sebuah metode yang digunakan
untuk pendekatan dalam menyusun keputusan optimal seraya melakukan penilaian
tentang bobot kepentingan setiap cabang alternatif penyelesaian yang disusun.
Kelebihan
metode pengambilan kepututsan kuantitatif
yaitu: dapat
digunakan untuk menduga atau meramal, hasil analisis dapat diperoleh dengan
pasti dan akurat apabila digunakan sesuai aturan aturan yang telah ditetapkan, dapat
digunakan untuk mengukur interaksi hubungan antara dua/lebih variabel (peubah),
dan dapat menyederhanakan realitas permasalahan yang kompleks & rumit dalam
sebuah model
Namun Metode ini juga memiliki
kekurangan, yaitu: berdasarkan pada anggapan anggapan (asumsi), asumsi tidak
sesuai dengan realitas yang terjadi atau menyimpang jauh maka kemampuannya
tidak dapat dijamin bahkan menyesatkan, data harus berdistribusi normal dengan
skala pengukuran data yang harus digunakan adalah interval & rasio, dan tidak
dapat dipergunakan untuk menganalisis dengan (sampel) yang jumlahnya sedikit
(>30).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar